Doa dan Ngopi

PEMIMPIN ITU MELAYANI

 229 total views,  2 views today

Doa Pembuka

P. Marilah berdoa,

Allah Bapa sumber kebaikan sempurna. Kami hendak mendengarkan pengajaranMu agar kami semakin mengenal diri kami dan bagaimana harus berbuat benar dalam kehidupan ini. Terangilah hati dan budi kami sepanjang ibadat ini, agar kami sungguh merasakan kehangatan cintaMu yang akan menghangatkan cinta kami kepadaMu dan sesama. Demi Kristus Tuhan dan pengantara kami yang hidup dan berkuasa kini dan sepanjang masa.

U. Amin

  1. MENGENAL YESUS

Memaparkan rangkuman khazanah iman dari YOUCAT No. 139-145

Pemimpin itu Melayani

Rekan-rekan kaum muda, Gereja kita tidak menerapkan sistem demokrasi (segala kuasa berada di tangan rakyat) karena dalam Gereja segala kuasa berasal dari Kristus. Itulah sebabnya Gereja memiliki susunan hirarkis yakni struktur bertingkat Gereja dengan Kristus sebagai kepala. Unsur hirarkis dalam Gereja berasal dari kenyataan bahwa Kristuslah yang berkerja dalam Gereja. Para pelayan tertahbis melakukan karya bukan dari kekuatan mereka sendiri tetapi atas nama Kristus. Struktur hirarkis di dalam Gereja dapat dibagi menjadi dua bagian besar yakni pertama, berdasarkan tahbisan terdiri dari Uskup, Imam dan Diakon; kedua, berdasarkan jabatan terdiri dari Para Rasul, Dewan Para Uskup, Paus, Uskup, Imam, Diakon.

Pada saat yang sama, Kristus juga memberi kepada Gereja susunan kolegial. Unsur kolegialitas Gereja berasal dari kenyataan bahwa Kristus mempercayakan seluruh iman pada sekelompok orang yaitu 12 rasul. Para pengganti para rasul itu mengatur Gereja. Didasari semangat kolegial ini, berbagai konsili dan sinode telah dilakukan.

PAUS (Bapa) ialah pengganti Rasul Petrus, Uskup Roma adalah gembala dan pelayan tertinggi Gereja. Oleh Yesus sendiri kuasa itu diberikan kepada Petrus dan diwariskan turun-temurun dalam diri Paus sebagai pengganti Petrus. Kepada Paus diserahkan otoritas tertinggi Gereja perdana (Roma). Paus sebagai pemegang kekuasaan tertinggi dalam hal pastoral dan ajaran iman menjaga pewarisan iman yang benar. Paus tidak dapat sesat hanya jika dia menentukan sebuah dogma dalam suatu “tindakan gerejawi yang resmi dan meriah” (ex cathedra), dengan kata lain membuat sebuah keputusan resmi dan mengikat mengenai ajaran iman dan kesusilaan tentang kebaikan (bonum) dan kebenaran (verum) sehingga dunia memiliki keindahan (pulchrum).

USKUP sebagai pengganti para rasul adalah memimpin keuskupan (Gereja lokal) dan merupakan anggota kolegialitas para uskup, di bawah kepemimpinan paus berbagi tanggung jawab demi Gereja universal. Para uskup bertanggungjawab terhadap Gereja lokal yang dipercayakan kepada mereka.  Para uskup menjalankan kewenangannya dalam persekutuan satu sama lain demi kebaikan keseluruhan Gereja yang di bawah kepemimpinan Paus. Para uskup pertama-tama merupakan saksi-saksi kebangkitan. Mereka membawa Kristus kepada manusia dan manusia kepada Kristus. Sebagai pengganti para rasul, seorang uskup menjalankan pelayanannya dengan keutamaan otoritas apostoliknya sendiri. Ia bukan agen atau asisten paus. Namun ia bertindak bersama dan di bawah paus.

IMAM (penatua) ialah rekan kerja uskup dalam mengabarkan injil dan melayani sakramen-sakramen. Imam menjalankan tugas pelayanannya bersama dengan para imam lainnya, di bawah kepemimpinan uskup.

DIAKON (pelayan, pembantu) ditahbiskan demi pelayanan-pelayanan seperti pelayanan sabda, liturgi, dan karya amal kasih. Penahbisan Diakon memberikan kewenangan membaptis, berkhotbah dalam Misa, dan memimpin perayaan Sakramen Pernikahan.

  1. BERBAGI PENGALAMAN AKAN YESUS
  • Apakah kamu masih melihat bahwa Para Uskup, Pastor dan Diakon hadir sebagai orang-orang pilihan Tuhan untuk melayani umatNya?
  • Sistem Gereja yang hierarkis bukan demokratis sering diprotes umat katolik sendiri pun non-katolik, bagaimana tanggapanmu akan hal itu?
  • Apa usaha yang bisa dilakukan OMK untuk mendukung keberlangsungan hierarki Gereja yang terbukti dikagumi pada zaman ini?

Setelah peserta selesai sharing (20-30 menit), kemudian pemimpin menyampaikan rangkuman:

  • Gereja Katolik merupakan salah satu organisasi yang memiliki struktur kepemimpinan yang sangat tersusun rapi dan jelas (sistem hirarki). Ia menjadi salah satu contoh yang memiliki tata organisasi yang utuh dan tidak dapat digoyahkan. Banyak organisasi di dunia tidak hanya kagum tetapi menirunya.
  • Gereja Katolik adalah Gereja yang memiliki kesinambungan mulai dari zaman para rasul sampai saat ini dengan memegang teguh tradisi dan ajaran para rasul, melalui suksesi rasul kepada paus, para uskup, dan para imam melalui penumpangan tangan (tahbisan).
  • Gereja Katolik, dalam diri para hirarki memiliki kesatuan, baik dalam pengajaran, pelayanan, liturgi, pewartaan dan kesaksian hidup.
  • Gereja Katolik hadir di dunia sebagai sesuatu yang unik, dan tiada duanya. Ia mengagumkan. Ini membuktikan bahwa Kristus selalu hadir di dalamnya melalui para pemimpin yang melayani dengan sungguh-sungguh.
  1. BERJUMPA DENGAN YESUS

Yoh 10:7-9 ; 11,14,15 ; 27-30

Maka kata Yesus sekali lagi, Aku berkata kepadamu, sesungguh nya Akulah pintu kedomba-domba itu. Semua orang yang datang sebelum Aku, adalah pencuri dan perampok, dan domba-domba itu tidak mendengarkan mereka. Akulah pintu; barang siapa masuk melalui Aku, ia akan selamat dan ia akan masuk dan keluar dan menemukan padang rumput. Akulah gembala yang baik. Gembala yang baik memberikan nyawanya bagi domba-dombanya, sedangkan seorang upahan yang bukan gembala dan yang bukan pemilik domba-domba itu sendiri, ketika melihat serigala datang meninggalkan domba-domba itu lalu lari, sehingga serigala itu menerkam dan mencerai beraikan domba-domba itu.

Akulah gembala yang baik dan Aku mengenal domba-dombaKu dan domba-dombaKu mengenal aku. Sama seperti Bapa mengenal Aku dan Aku mengenal Bapa, dan Aku memberika nyawa Ku bagi domba-dombaku. Domba-dombaKu mendengar suaraKu dan Aku mengenal mereka dan mereka mengikut Aku, dan Aku memberikan hidup yang kekal kepada mereka dan mereka pasti tidakakan binasa sampai selama-lamanya dan seorangpun tidak akan merebut mereka dari tanganKu. BapaKu memberikan mereka kepadaKu lebih bersar dari siapa pun, dan seorang pun tidak dapat merebut mereka dari tangan Bapa. Aku dan Bapa adalah satu.

Renungan

Gembala yang Baik, Pelayan Domba!

Melihat lukisan sorang gembala memikul domba terpampang pada dinding ruang tamu, seorang anak kecil bertanya pada bundanya, “Ma, itu lukisan siapa sih? Kok mikulin domba? Gambar kakek yang di kampung ya?” Dengan senyum sang bunda berkata, “Bukan sayang, itu gambar Yesus. Domba kecil itu nakal, lari dari teman-temannya, lalu tersesat. Lalu sang gembala mencarinya. Eh, tahunya sudah terkapar di jurang dengan luka-luka pada tubuhnya. Yesus mengangkatnya, membalut lukanya lalu meletakkannya di bahuNya dan membawa kembali pada teman-temannya. Yesus merawat sampai sembuh karena Dia sayang pada domba itu.” Si anak dengan wajah senang berkata, “Wah, kalau gitu enak dong Ma dibopong Yesus di bahunya?”

Sobat muda, Yesus sang gembala baik menuntun kawanan dombaNya dalam peziarahan menuju surga. Antara gembala dan domba terjalin hubungan yang akrab dan intim. Ia mengenal bukan hanya nama, tetapi juga kebutuhannya. Mengenal berarti mencintai dengan tulus. Ia juga melindungi kawanan itu dari serangan musuh. Dan Ia siap mempertaruhkan nyawa bagi domba-dombaNya.

Bagaimana dengan domba-domba? Sebaliknya, domba yang baik mesti tahu diri dan mengenal gembalanya dan mengikutinya dengan setia. Tidak lari dari kelompok, karena akan musnah. Sikap yang diharapkan dari domba ialah kesetiaan dan kesediaan untuk menyerahkan diri pada bimbingan sang gembala. Sikap inilah yang akan membawa domba pada keselamatan dan kebahagiaan.

Baik gembala maupun domba harus selalu saling membenahi diri agar semakin sesuai dengan kehendak Tuhan. Para gembala mesti berani bertanya diri, apakah kualitas, gaya kegembalaan sebagaimana ditunjukkan Yesus sudah menjadi model kegembalaan mereka. Benarkah karakter kegembalaan Yesus sudah mereka miliki? Apakah ketenteraman dan kebahagiaan domba (umat) sungguh menjadi keprihatinan utama dan prioritas perjuangan mereka? Pastilah para gembala kita berjuang mengikuti teladan Yesus itu.

Sobat muda, beberapa tahun silam terbit sebuah buku dengan judul “Surat Domba Terhadap Gembala”. Di sana dipertanyakan gaya penggembalaan para gembala, seakan jauh, tidak perduli akan nasib domba-dombanya. Di mana para gembala ketika domba mengalami penderitaan? Para gembala dituntut tidak hanya mahir di bidang kesucian, kemurnian, tetapi harus pandai, terampil berkotbah, mengelola kolekte, dan management. Imam harus rajin berdoa, misa lingkungan, kunjungan umat, memberkati pengantin, menghibur, dan gesit menanggapi situasi lain.

Bagaimana dengan “Surat Gembala Terhadap Domba?” Andai mereka membuatnya akan lebih banyak harapan kepada umat yang sangat banyak, sangat beragam dan tidak sedikit menuntut. Yang perlu ialah baik Gembala dan domba harus bersama-sama mengupayakan dan mewujudkan harapan Kristus yakni menjadi satu kawanan yang sehati dan seperasaan. Pantaslah kita menghargai beratnya perjuangan dan pengorbanan para gembala kita demi kebaikan umat. Yang harus lebih diwaspadai ialah para gembala gadungan (pencuri) dari luar Gereja yang selalu datang menawarkan hiburan dan kenikmatan sesaat, pembaringan dan kegembiraan palsu yang sebenarnya justru mengarahkan kita ke jurang kesesatan dan menjadikan kita hilang.

Mari kita renungkan betapa:

  • Yesus sang Gembala Baik, rela mengorbankan nyawaNya demi keselamatan kita.
  • Yesus senantiasa menuntun dan membimbing kita ke padang rumput yang hijau dan air yang bersih.
  • Yesus mengenal kita OMK satu per satu, karena Dia menjadikan kita sejak dalam kandungan ibu.
  • Yesus mengetahui dan memahami persoalan, tantangan, kecemasan, kesulitan, yang kita hadapi sebagai O

Doa Permohonan: Bagi Gereja Katolik, Para Uskup, Pejuang Kebaikan, Kita yang Berkumpul di sini.

  1. MENYATAKAN YESUS

Usul aksi nyata:

  • OMK taat pada perintah dan aturan Gereja.
  • OMK mencari pembimbing yang benar dalam hidupnya; doa, pastor, suster, dan orang tua.

Doa Penutup

P. Marilah berdoa,

Allah Bapa yang Mahapengasih lewat pertemuan yang menggembirakan ini, kami telah semakin mengenal cintaMu kepada kami. Engkau telah memberikan Yesus sebagai gembala sejati bagi kami. Ajari kami Bapa untuk semakin giat dalam usaha mencari Dikau dengan setia mengikuti PuteraMu Yesus. Sebab Dialah, Tuhan dan keselamatan kami yang hidup dan berkuasa bersama Dikau dan dalam kesatuan Roh Kudus kini dan sepanjang masa.

U. Amin.

Leave a Reply