Doa dan NgopiRenungan

YESUS MENANTANG OMK MEWARTA,  MELAYANI, DAN BERKURBAN

 309 total views,  2 views today

Doa Pembuka

Marilah berdoa,

P. Ya Bapa yang Mahapengasih,

U. Kami bersyukur karena CintaMu yang Engkau anugerahkan dalam hidup kami.

P. Kami mohon hadirlah bersama kami dalam kegiatan ini,

U. Terangilah hati dan budi kami agar mampu menangkap pesan perutusan yang Engkau berikan kepada kami menjadi pewarta-pewarta SabdaMu pada masa muda.

P. Demi Yesus Kristus, Tuhan dan Pengantara kami yang hidup dan meraja bersama Dikau, dalam kesatuan dengan Roh Kudus, kini dan sepanjang masa.

P+U.    Amin.

  1. MENGENAL YESUS

Memaparkan rangkuman khazanah iman dari YOUCAT No. 86-112

Yesus Menantang OMK Mewarta, Melayani, dan Berkurban

Saudara-saudari, jika kita membaca Kitab Suci Perjanjian Baru maka didalamnya dikatakan bahwa Yesus mulai mewarta pada usia 30 an tahun. Ini menunjukkan bahwa Yesus juga ingin hidup normal sebagai manusia. Ia menjalani rutinitas kehidupan manusia, mengembangkan bakat, mengalami kasih sayang dari keluargaNya. Yesus Sungguh Allah dan Sungguh Manusia. Sebagai manusia ia juga mengijinkan Yohanes membaptisnya bukan sebagai baptisan pertobatan atau pengampunan dosa karena Ia tidak berdosa akan tetapi sebagai wujud solidaritasNya kepada manusia.

Sama seperti manusia, Yesus juga dibawa ke dalam pencobaan. Sebagai manusia ikut ambil bagian dalam kelemahan-kelemahan kita, hanya Yesus tidak berdosa. Setelah Yesus dicobai, Yesus memulai pewartaanNya mengenai Kerajaan Allah. Yesus menjanjikan kerajaan Allah bagi semua orang yang memberi diri diubah oleh Kasih Allah, bagi orang yang mencari Allah dengan hati tulus dan murni. Dalam pewartaan, Yesus juga membuat berbagai tanda dan mukjizat. Mukjizat-mukjizat yang dibuat oleh Yesus dapat kita baca dalam Injil. Semua itu dituliskan berdasarkan kejadian-kejadian nyata. Dengan kata lain, semua mukjizat itu bukan hanya sebuah cerita yang diwariskan secara turun temurun. Mukjizat yang dibuat oleh Yesus itu merupakan pertanda bahwa Kerajaan Allah telah hadir. Mukjizat-mukjizat itu menunjukkan cinta kasihNya terhadap manusia dan meyakinkan manusia akan kehadiranNya.

Dalam pewartaanNya, Yesus memilih dan memanggil beberapa orang menjadi pengikutNya secara khusus, lebih tepat dikatakan sebagai rasulNya (utusan, pewarta). Para rasul ini dipanggil sebagai antisipasi atas kematian Yesus agar warta keselamatan dan kerajaan Allah tetap berkesinambungan. Para rasul dipanggil dan dididik secara khusus oleh Yesus dan kemudian mereka diutus mewartakan keselamatan dan Kerajaan Allah.

Para rasul ini menjadi saksi atas seluruh hidup Kristus bahkan menjadi saksi akan kebangkitanNya. Sebelum wafatNya, Yesus memberi sebuah contoh kepada para muridNya pada malam perjamuan terakhir. Dalam perjamuan tersebut, Dia membasuh kaki para muridNya yang melambangkan pelayanan yang sungguh-sungguh dan bukti dari cinta kasih yang tulus. Yesus menetapkan Ekaristi  dan meminta kepada murid-muridnya agar mereka selalu melakukan hal tersebut dan senantiasa mengenangNya.

Hari raya paskah Yahudi menjadi saat kematian dan kebangkitan Yesus. Hal ini hendak menyatakan bahwa sama seperti paskah Yahudi diperingati sebagai hari bebasnya bangsa Israel dari perbudakan mesir, demikian juga wafat dan kebangkitan Yesus menjadi tanda bebasnya manusia dari perbudakan dosa dan kuasa maut.

Yesus dihukum mati orang-orang Yahudi pada Kayu Salib. Hukuman itu diterima Yesus sebagai silih atas dosa semua manusia. Kematian Yesus di atas Kayu Salib sesuai dengan maksud dan rencana Allah seperti yang dikatakan dalam Kis: 2:23. Yesus menjadi penyelamat kita, Allah sungguh mengasihi kita dan Ia menjadikan Puteranya menjadi juruselamat kita yang menebus kita dari kematian menuju hidup kekal. Peristiwa Salib seyogianya membuat kita berani menderita karena penderitaan itu akan memiliki makna ketika kita mempersatukannya dengan penderitaan Kristus.

Setelah Yesus wafat, para murid banyak yang berlarian dan tercerai berai akan tetapi perjumpaan mereka dengan Kristus yang telah bangkit dan berkat Roh Kudus, mereka bersatu dan berkumpul kembali. Kebangkita Yesus menumbuhkan iman mereka dan Roh Kudus yang menjaga iman mereka sehingga mereka mampu mewartakan kebangkitan Kristus. Kebangkitan Kritus mengubah dunia menjadi dunia yang baru di mana kematian bukan lagi menjadi akhir dari segala-galanya melainkan menjadi awal kehidupan kekal. Kebangkitan Kristus menjadi dasar iman dan sekaligus pengharapan kita.

Setelah bangkit, Yesus naik ke surga, Ia menjadi manusia pertama yang sampai ke rumah BapaNya. Yesus berjanji akan mengundang kita semua yang percaya kepadaNya ke tempatNya berada. Kristus menjadi Tuhan atas seluruh dunia karena semua diciptakan untuk Dia, semua orang telah ditebus olehNya dan akan dihakimi olehNya. Ketika telah tiba saatnya Yesus akan datang kembali ke dunia dan akan menghakimi kita semua. Semua orang yang percaya dan mencintai serta mengasihiNya akan sampai kepada langit dan bumi yang baru yaitu hidup yang kekal.

  1. BERBAGI PENGALAMAN AKAN YESUS
  • Apakah kamu pernah mengalami pencobaan? Apa yang kamu lakukan ketika cobaan itu datang padamu?
  • Apakah yang kamu mengerti tentang penderitaan? Gambarkan penderitaan yang kamu alami dan ceritakanlah makna yang dapat kamu ambil dari penderitaan itu.
  • Coba bayangkan kehidupan manusia dengan segala dosa yang diperbuatnya, kemudian bayangkan Yesus yang menderita, wafat dan bangkit! Apakah makna yang dapat kamu hidupi selama ini tentang kebangkitan Yesus?

Setelah peserta selesai sharing (20-30 menit), kemudian pemimpin menyampaikan rangkuman:

  • Kita tidak akan pernah luput dari yang namanya cobaan. Akan selalu saja ada cobaan yang sifatnya menguji hati kita, menguji keimanan kita dan menguji kemurnian motivasi kita. Dalam OMK hal itu juga akan selalu terjadi. Ketika ide terbaik yang kita punya tidak diterima orang lain, di situ juga kita sedang diuji. Ketika kita bertemu dan merasa tertarik dengan lawan jenis kita yang ternyata tidak seiman dengan kita, di situ kita sedang diuji. Dan ketika semua usaha kita tak pernah dianggap oleh orang lain, dalam hal itu pun kita sedang diuji.
  • Setiap cobaan atau ujian selalu mengarahkan kita kepada sebuah capaian baru. Melewati sebuah ujian di dalam kehidupan selalu menghantar orang kepada kebaruan hidup. Karena itu, kita harus berjuang mengalahkan ujian kita masing-masing. Mari berlomba menjadi pribadi yang tahan uji dan militan.
  • Banyak orang pintar dalam berkata-kata tetapi sadarilah bahwa menjadi pewarta bukan sekedar pintar berkata-kata, tetapi lebih daripada itu yakni menunjukkannya dalam aplikasi yang nyata, menunjukkan bahwa dia telah menang atas berbagai cobaan-cobaan, dan lain-lain. Satu kesaksian lebih kuat daripada sepuluh kata-kata.
  1. BERJUMPA DENGAN YESUS

Yohanes 8:21-30

Maka Yesus berkata pula kepada orang banyak: “Aku akan pergi dan kamu akan mencari Aku tetapi kamu akan mati dalam dosamu. Ke tempat Aku pergi, tidak mungkin kamu datang.” Maka kata orang-orang Yahudi itu: “Apakah Ia mau bunuh diri dan karena itu dikatakanNya: “Ke tempat Aku pergi, tidak mungkin kamu datang?” Lalu Ia berkata kepada mereka: “Kamu berasal dari bawah, Aku dari atas; kamu dari dunia ini, Aku bukan dari dunia ini. Karena itu tadi Aku berkata kepadamu, bahwa kamu akan mati dalam dosamu; sebab jikalau kamu tidak percaya, bahwa Akulah Dia, kamu akan mati dalam dosamu.” Maka kata mereka kepadaNya: “Siapakah Engkau?”

Jawab Yesus kepada mereka: “Apakah gunanya lagi Aku berbicara dengan kamu? Banyak yang harus Kukatakan dan Kuhakimi tentang kamu; akan tetapi Dia, yang mengutus Aku, adalah benar, dan apa yang Kudengar dari padaNya, itu yang Kukatakan kepada dunia.” Mereka tidak mengerti, bahwa Ia berbicara kepada mereka tentang Bapa. Maka kata Yesus: “Apabila kamu telah meninggikan Anak Manusia, barulah kamu tahu, bahwa Akulah Dia, dan bahwa Aku tidak berbuat apa-apa dari diriKu sendiri, tetapi Aku berbicara tentang hal-hal, sebagaimana diajarkan Bapa kepadaKu. Dan Ia, yang telah mengutus Aku, Ia menyertai Aku. Ia tidak membiarkan Aku sendiri, sebab Aku senantiasa berbuat apa yang berkenan kepadaNya.” Setelah Yesus mengatakan semuanya itu, banyak orang percaya kepadaNya.

Renungan

Sudah menjadi rahasia umum bahwa sebagian besar OMK menolak menjadi pengurus OMK. Kendatipun ada yang mau menjadi pengurus sering tidak bertahan lama. Baru beberapa bulan sudah langsung ciut! Dikritik sedikit langsung baper (bawa perasaan), terbakar dan mundur. Hal ini bisa dimengerti apabila pengurus tersebut menjabat karena terpaksa (tidak ada yang lain) atau memaksakan diri (sebenarnya tidak mampu).

Menjadi masalah ialah seseorang dari awal berkomitmen menjadi pengurus namun dalam perjalanan mundur karena hatinya menjadi tawar, pemberian diri makin luntur dan sadar bahwa menjadi pengurus itu murni pengabdian diri; tanpa penghargaan material. Dia merasa bahwa tidak zamannya lagi menjadi pengurus tetapi tidak mendapat apa-apa. Dia berkomentar bahwa dia juga harus bekerja, memiliki masalah yang diselesaikan, butuh perhatian, dan lain-lain. Situasi ini sangat disayangkan karena cobaan mengalahkan si pengurus tadi. Kesempatan baginya mengembangkan potensi menjadi pewarta Tuhan hilang dengan sia-sia.

Bukan hanya pengurus OMK tetapi semua OMK dipanggil Tuhan menjadi pewarta. Akan banyak alasan untuk berkata saya tidak mampu. Layaknya Nabi Yeremia yang terpilih menjadi seorang nabi di masa mudanya, berkata, “aku masih muda Tuhan dan tidak pandai berbicara. Mengapa aku yang Tuhan pilih?” Ungkapan ketidaksanggupan ini sebenarnya menunjukkan ketidakberimanan seseorang, mengapa?

Menjadi pewarta berarti menjadi penyambung lidah Tuhan. Dan untuk mengetahui apa pesan Tuhan maka seorang pewarta haruslah mengenal dan tidak terpisah dari yang mengutusnya. Sangat tidak wajarlah jika seorang utusan (pewarta) tidak memiliki relasi yang akrab dengan yang mengutusnya. Dalam keakraban itulah pewarta akan mendapat pesan yang akan diwartakan dan mendapat tenaga untuk melakukannya.

Tuhan sang pengutus adalah setia. Ia tidak akan pernah meninggalkan orang-orang yang diutusNya. Jikalau Tuhan telah mengutus, maka Ia akan menyertai dan melengkapi para utusanNya dengan segala hal yang dibutuhkan dalam menjalankan perutusan tersebut. Inilah iman, seorang utusan, sehingga alasan ketidakmampuan sebenarnya merupakan gejala ketidakberimanan atau hanyalah alasan positif untuk menutupi alasan sebenarnya, yakni tidak mau menjadi pewarta sebab sering lebih nikmat menjadi penonton daripada menjadi seorang pemain.

Harus kita ingat bahwa rahmat baptisan mewajibkan setiap orang untuk menjadi pewarta dalam kehidupannya sehari-hari. Mewarta berarti menunjukkan iman dalam kehidupan nyata dan tidak hanya sebatas di lingkup gereja atau teman seiman tetapi kepada seluruh ciptaan. Inilah tantangan terbesar bagi para pewarta. Siapkah kita menjadi utusan?

Doa Permohonan: Bagi Gereja agar semakin devotif kepada Maria, OMK agar meneladani Bunda Maria, OMK KAM, Kita yang Berkumpul di sini

  1. MENYATAKAN YESUS

Usul aksi nyata:

  • Aku mau menyediakan waktuku membaca Kitab Suci setiap hari, supaya aku lebih mengenal Yesus.
  • Aku bersedia dan siap menjadi pewarta Injil. Contoh: menjadi pembawa bacaan pertama atau kedua pada hari minggu.

Doa Penutup

P. Marilah berdoa,

Ya Allah, kami telah selesai melaksanakan pertemuan kami untuk lebih mengenal Engkau melalui karya, ajaran, kebangkitanMu.

U. Semoga kami siap menjadi pewarta InjilMu di tengah-tengah keluarga, Gereja, dan masyarakat, sehingga Engkau semakin dikenal di seluruh dunia,

P. Bantu kami dalam setiap godaan yang kami alami.

U. Dan utuslah Roh KudusMu agar kami selalu mampu menang atas godaan-godaan di masa muda kami.

P. Demi Yesus Kristus, Tuhan dan Pengantara kami, yang hidup dan meraja bersama Dikau, dalam kesatuan dengan Roh Kudus, kini dan sepanjang masa.

P+U.    Amin.

Leave a Reply