Renungan

RASUL PETRUS & PAULUS

 348 total views,  3 views today

Senin, 29 Juni 2020, HARI RAYA SANTO PETRUS DAN PAULUS : Kis 12:1-11, 2 Tim 4:6-8. 17-18, Mat 16:13-19

Kemarin ada yang menginterupsi renungan-renungan yang saya tuliskan sesuai dengan penanggalan liturgi Katolik. Interupsinya begini:  “Doa diakhir renungan romo koq sering berisi pertanyaan. Trus, yang jawab pertanyaan itu siapa?” Saya jawab: “Begitulah saya harapkan tulisan ini. Tulisan ini mau mengajak orang bertanya dan terus bertanya hingga mampu menemukan jawaban dari Sang Guru Nazaret”. Tujuan saya memang bukan mau mengkotbahi orang supaya hidupnya begini atau supaya hidupnya begitu. Saya sendiri bukan pengkotbah. Dan saya paling tidak suka disebut sebagai pengkotbah. Sebab, sudah banyak orang bercita-cita menjadi pengkotbah. Biarlah saya mau menjadi teman berenung orang yang mau ngefans sama om Yesus dengan berenang menyelami Sabda Tuhan hingga tiba saatnya ke tepian dermaga kehidupan untuk mewujudkan Sabda-Nya dalam hidup dan karya. Maka, renungan-renungan harian ini mau membantu setiap pembaca untuk bertanya terus-menerus dalam batin yang puncaknya memperdalam relasi dengan Sang Guru dari Nazaret. Bagaimana hal itu diwujudkan dalam hidup sehari-hari, ya silahkan setiap pribadi sesuai konteksnya diajak untuk tampil menerjemahkan ajaran Kristus.

Hari ini, Gereja kita merayakan dua rasul sekaligus, yakni Petrus dan Paulus. Kedua rasul ini memiliki latar belakang yang berbeda. Petrus adalah salah satu dari dua belas rasul yang ikut bersama Yesus dalam pewartaan-Nya. Awalnya, Petrus seorang nelayan. Setelah ikut Yesus dan mengalami proses pemurnian panggilan, Petruslah yang menjadi Paus pertama dalam Gereja kita. Paulus lain. Namanya dulu adalah Saulus. Ia adalah orang yang terdidik. Namun, setelah mengalami perjumpaan dengan Kristus yang telah bangkit, Saulus bertobat dan dinamai Paulus yang kemudian digelari sebagai rasul bangsa-bangsa, misionaris ulung. Dengan merayakan kedua rasul ini, kita diajak untuk senantiasa mensyukuri warisan para rasul dalam membangun Gereja yang kokoh sebagai persekutuan umat beriman dalam satu ajaran. Selanjutnya, umat beriman diajak untuk menunaikan perutusannya, yakni berani memberikan kesaksian ke tengah-tengah dunia seperti Paulus. Kedua rasul ini adalah sosok guru Gereja. Pewartaan dan kesaksian mereka berawal dari pengalaman yang mendalam terhadap Yesus. Pengetahuan mereka akan Yesus yang satu dan sama bukan karena belajar secara akademis di kampus yang sama😁😁😁, melainkan karena dalam perjalanan hidupnya, mereka selalu mendengarkan pertanyaan Yesus: “Siapakah Aku ini?” Jawaban mereka terbukti benar yang mereka tunjukkan lewat hidup yang penuh kesaksian untuk memenangkan iman hingga akhir. Marilah kita berdoa: “Tuhan, apakah kami sudah mengenal Engkau?”

(Pastor Walden Sitanggang, OFMCap)

Leave a Reply