Doa dan Ngopi

PERAN ROH KUDUS DALAM HIDUPKU

 290 total views,  2 views today

Doa Pembuka

P. Marilah berdoa,

     Aku mendengar suara Tuhan

U. Inilah aku, utuslah aku

P. Tuhan, hadirlah dalam batinku

U. Terangilah budi dan hatiku

P. Bukalah hatiku kepada cintaMu

U. Biarkanlah hatiku terarah pada InjilMu

P. Jagalah lidah dan bibirku

U. Supaya aku dapat mewartakan SabdaMu

P. Kemuliaan kepada Bapa, dan Putera, dan Roh Kudus

U. Seperti pada permulaan, sekarang, selalu, dan sepanjang segala abad. Amin.

  1. MENGENAL YESUS

Memaparkan rangkuman khazanah iman dari YOUCAT No. 113-120

Peran Roh Kudus Dalam Hidupku

Sahabat-sahabat kaum muda, sebelum kematianNya, Yesus berjanji kepada murid-muridNya, bahwa Ia akan mengutus Roh Kudus saat Ia tidak lagi berada bersama mereka. Roh Kudus sangat berperan didalam kehidupan Yesus karena Roh Kuduslah yang menjadikan Yesus dikandung oleh perawan Maria, mengurapi Dia sebagai Anak Allah yang terkasih, menuntun Dia, dan menguatkan Dia hingga akhir. Setelah kebangkitanNya, Ia mengaruniakan Roh Kudus kepada murid-muridNya. Pada saat itu,

 Roh Yesus turun atas GerejaNya.

Roh Kudus juga berperan dalam membangun, mendorong dan mengingatkan Gereja akan perutusannya. Walaupun Gereja dalam sejarahnya yang panjang sering tampak “ditinggalkan oleh roh baik” namun Roh kudus tetap berkarya didalamnya. Dalam sakramen Gereja, Roh kudus dikaruniakan melalui penumpangan tangan dan pengurapan minyak. Ketika Yesus dibaptis di sungai Yordan Roh Kudus turun atasnya dalam bentuk burung merpati, dan ketika peristiwa air bah, burung merpati juga sebagai tanda pendamaian antara Allah dan manusia sehingga sampai saat ini burung merpati dijadikan sebagai lambang pendamaian dunia dan tanda kasih.

Dalam perjanjian lama Allah mengutus laki-laki dan perempuan yang bersedia menjawab tawaran Allah untuk menghibur, mempimpin dan menegur umatNya. Roh Allah berbicara melalui mulut para nabi sampai Yohanes pembaptis. Karya Roh kudus dapat terjadi dalam diri m

anusia ketika manusia membiarkan Roh Kudus berkarya dalam diri mereka. Maria ibu Yesus membiarkan Roh Kudus berkarya dalam dirinya yang menjadikan mujizat “sabda Allah menjadi manusia”. Saat ini, sekarang ini banyak kita alami sepertinya Roh Kudus tidak berkarya dalam diri manusia. Hal ini bisa kita lihat dengan keadaan zaman sekarang, banyaknya kaum muda yang terkena narkoba, seks bebas, kekerasan terhadap perempuan dan anak-anak bahkan sistem pemerintahan kita sekarang ini. Namun demikian, Roh kudus hendaknya kita terima dalam diri kita supaya Roh Kudus selalu mengingatkan kita akan perutusan yang kita peroleh melalui baptisan yang kita terima. Melalui baptisan, Roh Kudus telah tercurah dalam diri kita melalui penumpangan tangan para imam. Baptisan sebagai sakramen pertama bagi kita, mengutus kita menjadi pewarta kabar gembira.

St. Agustinus menyebut Roh kudus adalah “tamu yang hening bagi jiwa kita”. Maka kita yang ingin merasakan kehadiran Roh kudus harus melalui suasana h

ening. Sering kali Roh Kudus berbicara dengan sangat lembut didalam dan bersama kita, contohnya dalam suara hati atau melalui sarana-sarana di dalam dan di luar diri kita.

Diri kita saat ini hendaknya menjadi bait Roh Kudus dimana kita menyediakan tubuh dan jiwa bagi kehadiranNya. Tubuh yang kita miliki sebagai sarana bagi Allah berbicara. Maka semakin kita menerima Roh Kudus dalam diri kita, kita semakin dibimbing dan dilimpahkan karisma mewartakan Kerajaan Allah dan kita akan semakin bertumbuh, baik secara jasmani maupun rohani. Hidup kita akan seimbang antara jasmani dan rohani dan menjadi OMK yang memiliki karisma pewarta sabda Allah.

  1. BERBAGI PENGALAMAN AKAN YESUS
  • Apa yang Roh kudus lakukan dalam hidupku?
  • Adakah pengalaman hidupmu yang dipimpin oleh Roh Kudus? Dalam hal apa saja?
  • Apa yang harus kita lakukan supaya Roh Kudus terwujud nyata dalam hidup kita!

Setelah peserta selesai sharing (20-30 menit), kemudian pemimpin menyampaikan rangkuman:

  • Roh kudus sangat berperan dalam kehidupan kita, namun kita hendaknya menyadari kehadiran Roh Kudus melalui keheningan sehingga Roh Kudus mempimpin, mengarahkan hidup kita kearah kebaikan dan kebenaran.
  • Peran Roh Kudus dalam hidup kita akan terlihat nyata ketika kita memberi diri sepenuh hati, jiwa dan raga kita bagi kehendak Tuhan dan kebaikan sesama. Maka, untuk merasakan Roh Kudus dalam diri kita, hendaknya kita selalu mendengarkan suara hati dalam keheningan. Suara hati tidak akan pernah salah, melainkan selalu membawa kita kepada kebaikan dan kebenaran. Dengan keyakinan penuh akan karya Roh Kudus dalam hidup kita, maka kita akan selalu berada dalam naungan kasihNya, karena tubuh kita adalah bait Allah itu sendiri.
  1. BERJUMPA DENGAN YESUS

Kisah Para Rasul 2:1-13

Ketika tiba hari Pentakosta, semua orang perca

ya berkumpul di satu tempat. Tiba-tiba turunlah dari langit suatu bunyi seperti tiupan angin keras yang memenuhi seluruh rumah, di mana mereka duduk; dan tampaklah kepada mereka lidah-lidah seperti nyala api yang bertebaran dan hinggap pada mereka masing-masing. Maka penuhlah mereka dengan Roh Kudus, lalu mereka mulai berkata-kata dalam bahasa-bahasa lain, seperti yang diberikan oleh Roh itu kepada mereka untuk mengatakannya. Waktu itu di Yerusalem diam orang-orang Yahudi yang saleh dari segala bangsa di bawah kolong langit. Ketika turun bunyi itu, berkerumunlah orang banyak.

Mereka bingung karena mereka masing-masing mendengar rasul-rasul itu berkata-kata dalam bahasa mereka sendiri. Mereka semua tercengang-cengang dan heran, lalu berkata: “Bukankah mereka semua yang berkata-kata itu orang Galilea? Bagaimana mungkin kita masing-masing mendengar mereka berkata-kata dalam bahasa kita sendiri, yaitu bahasa yang kita pakai di negeri asa

l kita: kita orang Partia, Media, Elam, penduduk Mesopotamia, Yudea dan Kapadokia, Pontus dan Asia, Frigia dan Pamfilia, Mesir dan daerah-daerah Libia yang berdekatan dengan Kirene, pendatang-pendatang dari Roma, baik orang Yahudi maupun penganut agama Yahudi, orang Kreta dan orang Arab, kita mendengar mereka berkata-kata dalam bahasa kita sendiri tentang perbuatan-perbuatan besar yang dilakukan Allah.” Mereka semuanya tercengang-cengang dan sangat termangu-mangu sambil berkata seorang kepada yang lain: “Apakah artinya ini?” Tetapi orang lain menyindir: “Mereka sedang mabuk oleh anggur manis.”

Renungan

Sahabat-sahabat OMK terkasih, Allah sangat mencintai kita. Ia memberikan anakNya yang tunggal kepada kita dan setelah kenaikan Yesus kepada Allah, kita tidak ditinggalkan tetapi Ia memberikan Roh Kudus.

Ketika para Rasul berkumpul di satu tempat Roh Kudus hadir dengan tanda-tanda yang dapat didengar, dilihat dan dirasakan oleh orang percaya yaitu suatu bunyi seperti tiupan angin keras dan lidah-lidah api. Roh Kudus yang datang kepada para Rasul memberikan kuasa, dorongan  dan semangat kepada mereka semakin percaya diri dalam menjalani kehidupan dan mewartakan bahwa Yesus Kristus bangkit dari mati. Mereka semua penuh dengan Roh kudus dan mendapat karunia berkata-kata dalam bahasa lain yang tidak pernah mereka pelajari sebelumnya. Walaupun pada saat itu banyak orang yang menuduh mereka sedang mabuk oleh anggur manis. Hidup dipenuhi Roh Kuduslah yang mengubah hidup dan memberikan keberanian kepada para Rasul bersaksi dan memberitakan berita sukacita Kerajaan Allah.

Roh Kudus yang sama juga kita terima melalui sakramen-sakramen gereja. Sakramen Baptis menjadikan kita menjadi anak-anak Allah, Sakramen Ekaristi   menjadikan kita bersatu dengan Allah, dan dengan sakramen Krisma menjadikan kita lebih dewasa dan semakin dikuatkan mewartakan kabar gembira. Roh Kudus akan senantiasa memenuhi hidup kita ketika kita percaya kepada Yesus. Dengarkanlah Roh Kudus dalam keheningan dan ikutilah gerakanNya, niscaya Ia pun memberikan semangat dan keberanian yang menyala-nyala kepada kita untuk bersaksi dan memberikan injil.

Doa Permohonan: Bagi Para Pewarta di Seluruh Dunia, Katekis Generasi Muda dan Aktivis KAM, OMK Paroki dan Stasi, Kita yang Berkumpul di sini.

  1. MENYATAKAN YESUS

Usul aksi nyata:

  • OMK berkomitmen saling mengingatkan dan menegur teman-teman yang belum aktif di OMK.
  • OMK berkomitmen mengikuti kegiatan Doa & Ngopi ini menjadi rutinitas OMK.

Doa Penutup

P. Marilah berdoa,

    Bapa yang Mahapengasih, pertemuan yang menggembirakan hati kami ini sudah selesai.

U. Semoga lewat pertemuan ini kami bertumbuh dan bertambah dalam pengenalan akan Dikau.

P. Semoga segenap orang muda semakin giat berusaha mencari Dikau.

U. Dan buatlah kami menjadi orang muda yang mampu menunjukkan identitas iman kami lewat perkataan dan perbuatan dalam hidup sehari-hari.

P. Demi Yesus Kristus, Tuhan dan Pengantara kami, yang hidup dan meraja bersama Dikau, dalam kesatuan dengan Roh Kudus, kini dan sepanjang masa.

P+U.    Amin.

Leave a Reply