Doa dan Ngopi

GEREJA YANG SATU

 244 total views,  4 views today

Doa Pembuka

P. Marilah berdoa,

    Kasihanilah aku, yaTuhan

U. Dan rengkuhlah aku dalam kemurahan hatiMu

P. Tuhan hadirlah dalam batinku

U. Terangilah budi dan hatiku

P. Bukalah hatiku kepadaMu

U. Biarkanlah hatiku terarah pada InjilMu

P. Tuhan tambahkanlah imanku

U. Agar kehendakMu yang jadi, bukan kehendakku

P. Datanglah KerajaanMu ya Tuhan

U. Dan rajailah kami dengan cintakasihMu

P. Kemuliaan Kepada Bapa dan Putera dan Roh Kudus

U. Seperti pada permulaan sekarang, selalu dan sepanjang segala abad.

P+U.    Amin.

  1. MENGENAL YESUS

Memaparkan rangkuman khazanah iman dari YOUCAT No. 129-131

Gereja Yang Satu

St. Agustinus mengatakan “sebagaimana Krsitus adalah satu demikian pula hanya ada satu Tubuh Kristus, hanya satu mempelai Kristus, dan demikian hanya satu Gereja Yesus Kristus. Ia adalah kepala dan Gereja adalah tubuhNya. Bersama-sama mereka membentuk “keseluruhan Kristus”. Yesus membangun GerejaNya atas dasar Para Rasul. Dasar ini mendukung berdirinya Gereja hingga hari ini. Iman para Rasul diteruskan dari generasi ke generasi di bawah kepemimpinan Paus, penerus tahta Petrus yang memimpin dalam kasih. Unsur-unsur perpisahan Gereja-gereja lain dari Gereja Katolik yang satu disebabkan oleh pemalsuan ajaran Kristus, kegagalan manusia dan kurangnya kemauan untuk berdamai kembali.

Melalui sakramen-sakramen, kitab suci, iman, harapan, kasih dan karunia Roh Kudus lainnya menghadirkan Roh Kudus di dalamnya yakni Roh Kristus. Dalam hal inilah terdapat dinamika internal yang mengarah kepada “kesatuan”. Kesatuan umat mesti menjadi perhatian semua baik yang tua maupun yang muda. Yesus juga sangat memperhatikan kesatuan. Hal ini terlihat dari doaNya “Supaya mereka semua menjadi satu, sama seperti Engkau, ya Bapa, di dalam Aku dan Aku di dalam Engkau, agar mereka juga di dalam Kita, supaya dunia percaya, bahwa Engkaulah yang telah mengutus Aku.”

Zaman sekarang ini banyak sekali hal-hal yang menimbulkan perpecahan di antara manusia. Aneka perpecahan akan menimbulkan permusuhan dan melemahkan iman serta kredibilitas umat. Untuk mengatasi hal ini maka diperlukan pertobatan, pengetahuan  keyakinan akan iman, dialog dengan yang lain dan terutama doa bersama serta kerjasama antar umat untuk saling melayani satu sama lain.

  1. BERBAGI PENGALAMAN AKAN YESUS
  • Menurut kamu, apakah unsur-unsur hakiki yang menunjukkan kesatuan Gereja?
  • Dalam hal-hal apa sajakah tampak kesatuan umat kristiani di seluruh dunia?
  • Menurut kamu, bagaimana cara kita untuk memelihara kesatuan kita?

Setelah peserta selesai sharing (20-30 menit), kemudian pemimpin menyampaikan rangkuman:

  • Unsur-unsur hakiki yang menunjukkan kesatuan Gereja ialah Kristus sendiri sang pendiri Gereja yang satu. Dialah sumber terbentukknya umat Allah dengan menghimpun para Rasul dan pengikut lainnya dalam satu kawanan dan menebus umat Allah yang baru dengan pengorbanan di Kayu Salib. Hanya satu iman akan Yesus Kristus dengan cara yang beraneka ragam, hanya satu injil Kristus yang menjadi sumber iman diwartakan dan disaksikan keseluruh dunia dan hanya satu yang menjiwai dan menghidupi Gereja yakni Roh Kudus.
  • OMK turut serta mendoakan kesatuan umat beriman di seluruh dunia, saling menghargai dan menghormati. Menyingkirkan sikap dan perlakuan diskriminasi terhadap sesama dan yang lain. Terbuka dan ikut serta dalam berbagai kegiatan, contoh: ekumene, dialog dan lain-lain
  • Menunjukkan sikap rendah hati, lemah lembut, saling menghargai, dan mengasihi satu sama lain
  1. BERJUMPA DENGAN YESUS

Efesus 4:1-6, 14-16

Sebab itu aku menasihatkan kamu, aku, orang yang dipenjarakan karena Tuhan, supaya hidupmu sebagai orang-orang yang telah dipanggil berpadanan dengan panggilan itu. Hendaklah kamu selalu rendah hati, lemah lembut, dan sabar. Tunjukkanlah kasihmu dalam hal saling membantu. Dan berusahalah memelihara kesatuan Roh oleh ikatan damai sejahtera: satu tubuh, dan satu Roh, sebagaimana kamu telah dipanggil kepada satu pengharapan yang terkandung dalam panggilanmu, satu Tuhan, satu iman, satu baptisan  , satu Allah dan Bapa dari semua, Allah yang di atas semua dan oleh semua dan di dalam semua.

Sehingga kita bukan lagi anak-anak, yang diombang-ambingkan oleh rupa-rupa angin pengajaran, oleh permainan palsu manusia dalam kelicikan mereka yang menyesatkan, tetapi dengan teguh berpegang kepada kebenaran di dalam kasih kita bertumbuh di dalam segala hal ke arah Dia, Kristus, yang adalah Kepala. Dari padaNyalah seluruh tubuh, yang rapi tersusun dan diikat menjadi satu oleh pelayanan semua bagiannya, sesuai dengan kadar pekerjaan tiap-tiap anggota – menerima pertumbuhannya dan membangun dirinya dalam kasih.

Renungan

Sahabat-sahabat yang terkasih. Kesatuan jemaat bukanlah sesuatu yang harus kita capai sendiri atau bahkan ciptakan. Kesatuan adalah karunia atau hadiah dari Allah, yang harus kita jaga dan pelihara agar jangan sampai rusak dan hilang. Siapa di antara kita yang tidak suka jika diberi hadiah? Tidak ada kan? Tuhan memberikan hadiah yang sangat besar kepada kita yaitu Kristus sebagai Kepala (Gereja) dan kita sebagai tubuhNya. Yesus sebagai kepala merupakan hadiah paling besar bagi kita. Di dalam kepala kita terdapat otak yang berfungsi memberikan perintah untuk anggota tubuh kita, dan anggota tubuh yang satu tidak berfungsi tanpa anggota tubuh yang lain. Bagi tubuh Kristus yakni jemaat, Allah telah memberikan karunia keesaan. Kita diberikan oleh Yeuss kepada sesama dan sesama diberikanNya kepada kita merupakan hadiah yakni kita semua menjadi satu. Lihatlah disebelah kanan dan kirimu, yang duduk di belakang dan di depan, merekalah anugrah/ hadiah terbesar yang Tuhan berikan kepada kita sebagai saudara.

Kalau kita melihat tubuh kita, apa yang menghubungkan organ-organ tubuh atau anggota-anggota tubuh satu sama lain? Apa yang membuat anggota tubuh hidup? Jawabannya adalah Roh. Tanpa Roh tidak ada kehidupan dalam tubuh. Tanpa roh kita tidak bisa menyebut tubuh kita sebagai tubuh melainkan jenazah. Begitu pula dengan jemaat sebagai tubuh Kristus. Kita didiami oleh Roh yang sama, Roh Kudus yang mempersatukan kita. Siapapun yang percaya kepada Yesus Kristus sebagai juru selamat maka Roh yang sama akan tinggal di dalam dirinya. Karena itu, dalam persekutuan dan interaksi kita satu dengan yang lain, ada roh yang sama bekerja dan ada roh yang sama berkomunikasi yakni Roh Kudus.

Kesatuan/keesaan adalah karunia, pemberian atau hadiah. Tapi kesatuan juga adalah tugas di mana jemaat bertanggungjawab secara aktif memelihara dan menjaga kesatuan itu. Sikap yang harus kita miliki untuk menjaga kesatuan adalah sikap rendah hati, lemah lembut, sabar dan saling mengasihi. Walaupun pada zaman sekarang ini sikap-sikap itu mulai memudar dan hampir hilang, namun sebagai orang muda katolik dan generasi Gereja adalah tugas kita menjaga dan mewujudkan kesatuan kita terutama orang muda di stasi, rayon dan paroki bahkan di dunia.

Musuh yang paling terbesar yang bisa menghancurkan kesatuan kita sebenarnya adalah diri sendiri. Sikap sombong, egois, dendam, iri yang lebih besar daripada sikap kerendahan hati, lemah lembut, dan kasih. Sadar betapa pentingnya menjaga kesatuan kita dengan Krsitus dan sesama merupakan modal utama dan harapan besar terwujudnya kesatuan. Mari berusaha dengan pertolongan Roh Kudus menjaga dan memelihara kesatuan kita sehingga terwujud Gereja yang satu.

Doa Permohonan: Bagi Pemimpin Bangsa, Gereja Umat Allah, Persatuan OMK, OMK yang Sedang Mengalami Masalah

  1. MENYATAKAN YESUS

Usul aksi nyata:

  • OMK berkomitmen menjaga kesatuan OMK di stasi dan paroki dengan merangkul dan mengunjungi OMK yang tidak aktif.
  • Aktif dan mau terlibat dalam kegiatan OMK di stasi dan paroki sehingga terwujud Gereja yang satu.
  • Menjadi penerima umat pada hari minggu di depan gereja sebelum misa/ibadat di mulai

Doa Penutup

P. Marilah berdoa,

P+U. TUHAN, jadikanlah aku pembawa damai.

Bila terjadi kebencian, jadikanlah aku pembawa cinta kasih.

Bila terjadi penghinaan, jadikanlah aku pembawa pengampunan.

Bila terjadi perselisihan, jadikanlah aku pembawa kerukunan.

Bila terjadi kesesatan, jadikanlah aku pembawa kebenaran.

Bila terjadi kebimbangan, jadikanlah aku pembawa kepastian.

Bila terjadi keputusasaan, jadikanlah aku pembawa harapan.

Bila terjadi kegelapan, jadikanlah aku pembawa terang.

Bila terjadi kesedihan, jadikanlah aku pembawa sukacita.

Ya Tuhan Allah, ajarlah aku untuk lebih suka menghibur daripada dihibur;

mengerti daripada dimengerti; mengasihi daripada dikasihi;

sebab dengan memberi kita menerima;

dengan mengampuni kita diampuni,

dan dengan mati suci kita dilahirkan ke dalam hidup kekal. Amin.

Leave a Reply