Renungan

Bukan Perhitungan Dunia

 220 total views,  2 views today

Minggu Biasa XIII: 2Raj 4:8-11. 14-16a, Rom 6:3-4. 8-11, Mat 10:37-42
Kalau kemarin saya menuliskan tentang kepanikan, kali ini saya berbicara tentang kecemasan dan ketidaktenangan. Apa bedanya pastor? Cari sendiri! Titik berangkat saya membicarakan kecemasan atau ketidaktenangan dalam hidup adalah berdasar pada betapa seringnya hidup terjebak karena memakai hitung-hitungan manusiawi. Memang menjalani hidup tanpa perhitungan adalah konyol. Misalnya, masak saya nggak memperhitungkan kemampuan saya ketika merencanakan atau membuat sesuatu? Entah membuat apa pun itu. Sebaliknya, kalau saya mengutamakan perhitungan saya seakurat mungkin apakah semakin dekat hidup saya kepada kepastian? Jangan-jangan, semakin pintar berhitung, hidup saya makin kalang kabut, cemas, nggak tenang dan makin gelisah. Trus, yang tepatnya gimana?
Dalam Injil hari ini, Yesus mengajak para pendengarnya agar berani memadukan hitung-hitungan dengan cara hidup Yesus. Bolehlah memakai hitung-hitungan manusiawi, tetapi perhitungan seperti itu bermakna kalau ada cara pikir yang digunakan untuk memaknainya. Cara pikir dan cara pandangnya ialah dengan mengacu pada hidup Yesus sendiri. Tanpa cara pandang yang mengacu pada hidup Yesus, bisa saja hitung-hitungan manusiawi kita membuat kita makin diliputi kecemasan. Misalnya, kubuat begini koq hasilnya begitu? Udah susahnya minta ampun melayani, meninggalkan banyak hal, koq jadinya begini? Udah menyumbang ke Gereja selama ini, eh tahu-tahunya yang diterima koq jadi begini? Hitung-hitungan meleset, hidup makin tidak dekat kepada kepastian alias makin dirundung kecemasan, kekhawatiran dan keraguan. Bisa jadi berpuncak pada frustrasi juga. Ajaran Yesus dalam Injil hari ini membebaskan kita dari segala perangkap diri, perangkap keluarga, perangkap kelompok yang bisa menjerat kita dalam mengikuti Tuhan. Hitung-hitungannya adalah kerelaan berkorban dan menderita mengikuti Kristus yang tersalib. Upahnya bukan dari dunia karena kesediaan kita adalah kerelaan ikut tersalib untuk mengikuti Kristus yang tersalib. Hitung-hitungan seperti itu menenangkan dan memenangkan. Marilah kita berdoa: “Kemanakah kami akan mengikuti Engkau Tuhan? ”
-Pastor Walden Sitanggang, OFMCap

 

Sumber Gambar: https://jatimtimes.com/baca/173230/20180527/080949/ketika-tuhan-menciptakan-alam-semesta-melalui-hitungan-sangat-teliti

Leave a Reply