Doa dan Ngopi

DUNIA DICIPTAKAN TUHAN DAN TUHAN BEKERJA ATAS DUNIA

 435 total views,  2 views today

Doa Pembuka

P.         Marilah berdoa,

            Kasihanilah aku, ya Tuhan                          

U          Dan rengkuhlah aku dalam kemurahan hatiMu

P          Tuhan hadirlah dalam batinku                   

U          Terangilah budi dan hatiku

P          Bukalah hatiku kepadaMu                          

U          Biarkanlah hatiku terarah pada InjilMu

P          Tuhan tambahkanlah imanku                                 

U          Agar kehendakMu yang jadi, bukan kehendakku

P          Datanglah KerajaanMu ya Tuhan              

U          Dan rajailah kami dengan cinta kasihMu

P          Kemuliaan Kepada Bapa dan Putera dan Roh Kudus      

U          Seperti pada permulaan sekarang, selalu dan sepanjang segala abad. Amen.

1. MENGENAL YESUS

Memaparkan rangkuman khazanah iman dari YOUCAT No. 44-51

Dunia Diciptakan Tuhan

dan Tuhan Bekerja Atas Dunia

Rekan-rekan kaum muda, dunia diciptakan oleh Allah sendiri dari ketiadaan (creatio ex nihilo= mencipta dari ketiadaan). Penciptaan tersebut adalah proyek bersama Allah Tritunggal. Bapa adalah pencipta yang Mahakuasa. Putera adalah makna dan hati dunia. Roh Kudus adalah pemberi hidup. Dalam ciptaanNya, Allah juga menyertakan hukum kodrati (hukum alam) untuk mengatur keseimbangan alam yang diciptakanNya.

Waktu sebagai suatu urutan disimbolkan dengan sangat menarik dalam kisah Penciptaan. Selama enam hari Allah mencipta segala sesuatu dan pada hari ketujuh, Ia beristirahat mengandung makna yang sama bagi setiap manusia dalam menjalani hidupnya, manusia bekerja selama enam hari dan pada hari ketujuh Ia beristirahat. Kisah penciptaan Allah tersebut mengandung makna yang sangat mendalam bahwa (1) Tak satu hal pun akan ada tanpa diciptakan atau dikehendaki oleh Pencipta (2) Setiap yang ada selalu baik dalam dirinya sendiri. (3) Sesuatu yang berubah menjadi jelek pun masih tetap memiliki inti yang baik. (4) Makhluk dan benda yang tercipta berhubungan satu sama lain dan saling memerlukan. (5) Penciptaan dalam keteraturan dan harmoninya memantulkan kebaikan dan keindahan Allah yang melampaui ciptaanNya. (6) Dalam ciptaan, ada tata keteraturan yang rumit; manusia lebih tinggi dari binatang, binatang lebih tinggi dari tumbuhan, tumbuhan lebih tinggi daripada benda mati. (7) Ciptaan mengarah ke perayaan agung ketika Kristus akan membawa dunia kembali ke rumah Bapa dan Allah akan menjadi semua bagi semua.

Manusia adalah mitra kerja Allah. Tujuan penciptaan adalah “Langit dan Bumi yang baru” melalui penebusan yang diberikan pada kita sebagai anugerah. Pekerjaan selama enam hari mempersiapkan kita untuk beristirahat pada hari ketujuh, sebagaimana kita sekarang menyiapkan diri untuk istirahat kekal di Surga. Dunia diciptakan demi kemuliaan Allah, tidak ada alasan lain bagi penciptaan selain kasih.  Di dalam ciptaan, kemuliaan Allah tampak. Bagi manusia, “memuji” Allah berarti bersyukur atas keberadaannya sendiri bersama-sama dengan seluruh ciptaan.

Allah membimbing dunia dan hidup kita dengan cara yang tersembunyi dan hanya diketahui olehNya. Setiap bimbingan Allah terhadap ciptaanNya selalu mengarahkan kita pada tujuan dari penciptaan kita. Dalam hal inilah Allah membutuhkan keterbukaan hati kita terhadap bimbinganNya. Keterbukaan kita sebagai ciptaan terhadap bimbingan Allah Sang Pencipta adalah hak dan milik kita. Allah tidak memaksa dan menuntut kita membuka diri terhadap bimbinganNya. Hanya saja, sangat penting untuk diingat oleh kita bahwa Allah adalah Pencipta kita sehingga hanya Dialah yang mengetahui tujuanNya mencipta kita. Sebagai ciptaan kita perlu dengan rendah hati menyadari diri kita sebagai ciptaan, bukan malah sebaliknya menganggap diri kitalah Sang Pencipta dan merasa tidak perlu bimbingan, tidak perlu arahan dari Allah dan sesama. Mengapa? Karena penolakan kita hanya akan berdampak pada keselamatan kita dan tidak mengubah apa-apa bagi Allah.

Manusia diberi kebebasan dalam hidupnya. Hal inilah yang menjadi pemicu lahirnya kejahatan. Dengan kehendak bebasnya, manusia bisa memilih berbuat baik atau berbuat jahat. Kejahatan dibiarkan oleh Allah hanya untuk membuat suatu hasil yang lebih baik dari ciptaan tersebut (St. Thomas Aquinas). Kejahatan menjadi alat pemurnian manusia. Hanya manusia yang dapat dan mampu melawan kejahatan yang akan menjadi pemenangnya!

2. BERBAGI PENGALAMAN AKAN YESUS

  • Sudahkah aku menjadi rekan sekerja Allah dalam penciptaan?
  • Apakah aku telah bersyukur atas keberadaanku dan ciptaan lainnya?
  • Apakah usaha yang telah aku lakukan dalam melawan kejahatan?

Setelah peserta selesai sharing (20-30 menit), kemudian pemimpin menyampaikan rangkuman:

  • Kemajuan teknologi dan informasi yang kita rasakan sekarang mampu meneliti semua termasuk meneliti asal usul dunia. Akan tetapi pembahasan iman kita kali ini menegaskan bahwa dunia diciptakan oleh Tuhan dan Tuhan tetap bekerja atas dunia.
  • Allah menjadikan kita sebagai mitra kerjaNya dalam penciptaan guna mewujudkan langit dan bumi yang baru. Kita turut ambil bagian dalam penyempurnaan karya ciptaan.
  • Menjadi rekan kerja Allah dalam penciptaan bukan berarti Allah tidak mampu bekerja sendiri. Keikutsertaan kita dalam penyempurnaan ciptaan ini lebih kepada penyempurnaan diri kita sendiri karena kita telah berdosa. Dosa bukanlah berasal dari Allah, akan tetapi dosa berasal dari diri kita sendiri melalui kehendak bebas yang kita miliki.

3. BERJUMPA DENGAN YESUS

Kejadian 1:1-31

Pada mulanya, Allah menciptakan langit dan bumi. Bumi belum berbentuk dan kosong gelap gulita menutupi samudera raya, dan Roh Allah melayang-layang di atas permukaan air. Berfirmanlah Allah: “Jadilah terang.” Lalu terangitu jadi.  Allah melihat bahwa terang itu baik, lalu dipisahkanNyalah terang itu dari gelap. Dan Allah menamaiterang itu siang, dan gelap itu malam. Jadilah petang dan jadilah pagi, itulah hari pertama. Berfirmanlah Allah: “Jadilah cakrawala di tengah segala airuntuk memisahkan air dari air.”  Maka Allah menjadikan cakrawaladan Ia memisahkan air yang ada di bawah cakrawala itu dari air yang ada di atasnya.Dan jadilah demikian. Lalu Allah menamai cakrawala itu langit. Jadilah petang dan jadilah pagi,itulah hari kedua. Berfirmanlah Allah: “Hendaklah segala air yang di bawah langit berkumpul pada satu tempat, sehingga kelihatan yang kering.” Dan jadilah demikian. Lalu Allah menamai yang kering itu darat, dan kumpulan air itu dinamaiNya laut. Allah melihat bahwa semuanya itu baik. Berfirmanlah Allah: “Hendaklah tanah menumbuhkan tunas-tunas muda, tumbuh-tumbuhan yang berbiji, segala jenis pohon buah-buahan yang menghasilkan buah yang berbiji, supaya ada tumbuh-tumbuhan di bumi.” Dan jadilah demikian. 

Tanah itu menumbuhkan tunas-tunas muda, segala jenistumbuh-tumbuhan yang berbiji dan segala jenis pohon-pohonan yang menghasilkan buah yang berbiji. Allah melihat bahwa semuanya itu baik. Jadilah petang dan jadilah pagi, itulah hari ketiga. Berfirmanlah Allah: “Jadilah benda-benda penerang pada cakrawala untuk memisahkan siang dari malam. Biarlah benda-benda penerang itu menjadi tanda yang menunjukkan masa-masa yang tetap dan hari-hari dan tahun-tahun, dan sebagai penerang pada cakrawala biarlah benda-benda itu menerangi bumi.” Dan jadilah demikian.  Maka Allah menjadikan kedua benda penerang yang besar itu, yakni yang lebih besar untuk menguasaisiang dan yang lebih kecil untuk menguasai malam, dan menjadikan juga bintang-bintang. Allah menaruh semuanya itu di cakrawala untuk menerangi bumi, dan untuk menguasai siang dan malam, dan untuk memisahkan terang dari gelap. Allah melihat bahwa semuanya itu baik. Jadilah petang dan jadilah pagi, itulah hari keempat. 

Berfirmanlah Allah: “Hendaklah dalam air berkeriapan makhluk yang hidup, dan hendaklah burung beterbangan di atas bumi melintasi cakrawala.Maka Allah menciptakanbinatang-binatang laut yang besar dan segala jenis makhluk hidup yang bergerak, yang berkeriapan dalam air, dan segala jenis burung yang bersayap. Allah melihat bahwa semuanya itu baik. Lalu Allah memberkati semuanya itu, firmanNya: “Berkembangbiaklah dan bertambah banyaklah serta penuhilah air dalam laut, dan hendaklah burung-burung di bumi bertambah banyak.” Jadilah petang dan jadilah pagi itulah hari kelima.  Berfirmanlah Allah: “Hendaklah bumi mengeluarkan segala jenis makhluk yang hidup, ternak dan binatang melata dan segala jenis binatang liar.” Dan jadilah demikian. Allah menjadikan segala jenis binatang liar dan segala jenis ternak dan segala jenis binatang melata di muka bumi. Allah melihat bahwa semuanya itu baik. Berfirmanlah Allah: “Baiklah Kita menjadikan manusia menurut gambar dan rupa Kita, supaya mereka berkuasa atas ikan-ikan di laut dan burung-burung di udara dan atas ternak dan atas seluruh bumi dan atas segala binatang melata yang merayap di bumi. Maka Allah menciptakan manusia itu menurut gambarNya, menurut gambar Allah diciptakanNya dia; laki-laki dan perempuan diciptakanNya mereka. Allah memberkati mereka, lalu Allah berfirman kepada mereka:”Beranakcuculah dan bertambah banyak; penuhilah bumidan taklukkanlah itu, berkuasalah atas ikan-ikan di laut dan burung-burung di udara dan atas segala binatang yang merayap di bumi. 

Berfirmanlah Allah: “Lihatlah, Aku memberikan kepadamu segala tumbuh-tumbuhan yang berbiji di seluruh bumi dan segala pohon-pohonan yang buahnya berbiji; itulah akan menjadi makananmu. Tetapi kepada segala binatang di bumi dan segala burung di udara dan segala yang merayap di bumi, yang bernyawa, Kuberikan segala tumbuh-tumbuhan hijau menjadi makanannya.Dan jadilah demikian. Maka Allah melihat segala yang dijadikanNya itu, sungguh amat baik. Jadilah petang dan jadilah pagi,itulah hari keenam.

Renungan

Penciptaan alam semesta merupakan sebuah karya yang sangat luar biasa. Jika dipikir-pikir, seluruh alam semesta ini dan segala isinya merupakan sebuah keajaiban yang sungguh mengagumkan. Kita pantas bersyukur atas semua itu! Seluruh Alam Semesta adalah ciptaan Allah yang bersumber dari ketiadaan. Allah menciptakannya hanya dengan sabdaNya. Karya penciptaan ini menunjukkan kebesaran dan kemahakuasaan Allah.

Zaman sekarang, banyak ahli menciptakan sesuatu yang dapat membuat kita terkagum-kagum. Akan tetapi sampai saat ini, kita belum pernah melihat atau mendengar ada manusia yang menciptakan sesuatu yang lebih baik atau yang lebih besar daripada alam semesta. Semua hasil ciptaan manusia memiliki batas dan kekurangan, tidak seperti alam semesta yang tak terbatas. Dalam hal inilah terdapat perbedaan yang sangat besar dan tidak dapat didamaikan antara manusia yang mencipta sesuatu dengan Allah Pencipta segalanya. Allah mencipta dari ketiadaan sementara manusia mencipta dari sesuatu yang sudah ada, yakni dari apa yang sudah diciptakan Allah sebelumnya.

Makhluk ciptaan hanya dapat menciptakan sesuatu dari sesuatu yang sudah ada. Namun, Tuhan yang Mahakuasa dapat menciptakan dari sesuatu yang tidak ada. Ia tidak membutuhkan sesuatu yang sudah ada ataupun bantuan apapun agar dapat mencipta. Ketahuilah bahwa Allah tidak menjadikan kesemuanya itu dari barang yang sudah ada. Demikianlah bangsa manusia dijadikan juga…” (bdk. 2 Mak 7:22-23,28).

Akan tetapi, segala-galanya telah Engkau atur menurut ukuran, jumlah dan timbangan (bdk. Keb 11:20). Alam semesta diciptakan Allah bagi manusia, yang dipanggil mempunyai hubungan yang pribadi dengan Tuhan. Allah menghendaki ciptaan sebagai hadiah bagi manusia, sebagai warisan yang dipercayakan kepadanya. Allah tidak meninggalkan ciptaanNya sendirian, namun memelihara dan menopang keberadaannya, membuatnya mampu bertindak dan membawanya kepada tujuan akhirnya.

Bacaan Kitab Suci ini memberi beberapa hal yang dapat kita renungkan demi perkembangan iman kita yaitu:

  • Allah adalah Esa, telah ada sejak permulaan, dari kekal sampai kekal.
  • Allah adalah pencipta segala sesuatu yang ada dalam dunia ini.
  • Allah menciptakan segala sesuatu sesuai dengan tata urutan kebijaksanaan ilahi.
  • Kehadiran Allah membawa keteraturan (terang) dan ketiadaan Allah membawa kekacauan (gelap).
  • Segala ciptaan dijadikan terarah kepada manusia, puncak dan mahkota ciptaan, ciptaan yang paling mulia dari segala ciptaan.
  • Manusia diciptakan dan diberi kuasa oleh Allah untuk mempelajari, memanfaatkan, dan mengolah alam semesta dengan baik.

Doa Permohonan: Bagi OMK di Seluruh Dunia, Gereja di Asia, OMK KAM, Kita yang berkumpul di sini.

4. MENYATAKAN YESUS

Usul aksi nyata:

  • OMK berkomitmen mengadakan doa lingkungan sekali seminggu sebagai ujud syukur Allah menciptakan dirinya.
  • OMK berkomitmen mengikuti kegiatan Doa dan Ngopi ini menjadi rutinitas OMK.

Doa Penutup

P.         Marilah berdoa,

            Bapa yang Mahapengasih, pertemuan yang menggembirakan hati kami ini sudah selesai.

U.         Semoga lewat pertemuan ini kami bertumbuh dan bertambah dalam pengenalan akan Dikau.

P.         Semoga segenap orang muda semakin giat dalam usaha mencari Dikau.

U.         Dan buatlah kami menjadi orang muda yang mampu menunjukkan identitas iman kami lewat perkataan dan           perbuatan dalam hidup sehari-hari.

P.         Demi Yesus Kristus, Tuhan dan Pengantara kami, yang   hidup dan meraja bersama Dikau, dalam kesatuan dengan Roh Kudus, kini dan sepanjang masa.

P+U.    Amin.

Seruan Penutup

P.         Datanglah Roh Maha Kudus bentara cinta Sang Kristus.
U.         Tolong kami jadi saksi membawa cinta ilahi.

Perutusan

Semua membuat tanda salib pada dirinya sendiri kecuali jika pemimpin adalah imam.

P.         Tuhan beserta kita.

U.         Sekarang dan selama-lamanya.

P.         Semoga kita semua diberkati oleh Allah yang mahakuasa, Bapa, Putera dan Roh       Kudus.

U.         Amin.

Nyanyian Penutup

Sesuai dengan tema ibadat, boleh dipilih dari lampiran.

Pengumuman

Memberitahukan waktu, tempat dan petugas pertemuan selanjutnya dan hal-hal lain sesuai dengan kebutuhan OMK setempat.

Leave a Reply