NewsRenungan

Hari Ketiga Novena memohon Roh Kudus

OMG Komkep KAM

 537 total views,  2 views today

Minggu, 24 Mei 2020
Kis 1:12-14
1 Ptr 4:13-16
Yoh 17:1-11
Hari Ketiga Novena memohon Roh Kudus

Doa adalah ungkapan hati dengan menggunakan rumusan kata-kata manusia yang berasal dari Allah. Berdoa berarti mengangkat, menghaturkan atau melambungkan hati dengan menggunakan rumusan kata-kata manusia yang berasal dari Allah. Namanya mengangkat hati berarti tidak harus bersuara keras-keras atau teriak-teriak. Ada saatnya tanpa suara, ada saatnya setengah suara bahkan hening, silentium. Itu semua teknis yang kadang harus variatif untuk membantu suasana batin bertemu dengan Allah. Kata-katanya adalah kata-kata manusia, tapi sumbernya dari Allah. Gimana sih pastor? Bacanya pelan-pelan ya supaya sari pati kalimat itu ditangkap dan agar tidak salah tafsir! Seseorang disebut pendoa bukan karena hebat menyusun kalimat yang panjang dan mengungkapkannya dengan lantang seperti pidato di tanah lapang atau orasi seperti orator yang memimpin unjuk rasa. Berdoa juga bukan hanya soal lamanya waktu di kapel untuk adorasi, sembah sujud tegak atau miring 😊😊😊 atau meditasi bersila atau berlutut. Itu semua adalah tahap awal. Pendoa tidak berhenti di situ, tetapi berusaha untuk bertemu dan mendengarkan bisikan Allah hingga serta siap mewujudkan kehendak Allah. Bisikan Allah itulah yang membuatnya terpanggil untuk datang kepada Allah sesuai dengan konteks hidupnya. Pengalaman demikian sangat bersifat personal atau sangat pribadi. Dan pengalaman-pengalaman personal inilah yang membangun persekutuan sebagaimana dialami para murid yang berdoa yang dikisahkan dalam bacaan pertama. Doa menjadi sejati kalau ada pengalaman personal. Pengalaman pribadi itulah yang mendorongnya untuk berkumpul dengan pribadi beriman lainnya. Kemudian, terbentuklah persekutuan. Maka, bisikan Allah juga hadir dalam pengalaman komunal atau pengalaman bersama. Tidak mungkin terjadi persekutuan doa kalau anggota yang satu orientasinya murni mendengar bisikan Allah sementara anggota persekutuan yang lain orientasinya cuma bisnis atau investasi atau apa pun namanya sementara bisikan Allah cuma tambahan atau iseng atau dikesampingkan. Kalau pun doa terjadi di situ, pasti cuma seremonial yang ujung-ujungnya nanti akan berantakan karena tidak ada misteri atau hahomion seperti kata kakek alias oppung doliku.

Hari Minggu ini disebut juga Hari Komunikasi sedunia. Tentu, juga hari ini adalah hari ketiga doa novena memohon Roh Kudus. Dalam Injil hari ini disampaikan doa Yesus kepada Bapa. Berangkat dari perikop Injil hari ini, perlu kita dalami dua hal. Pertama, dalam doa-Nya, Yesus berkata: “Bapa, telah tiba saatnya: permuliakanlah Anak-Mu, supaya Anak-Mu mempermuliakan Engkau”. Doa Yesus ini adalah kenyataan hidup-Nya. Yesus dipermuliakan dengan cara menderita, disalibkan, wafat dan kemudian bangkit. Dengan cara itu pula, Bapa dipermuliakan karena kehendak Bapa terjadi dalam diri Yesus untuk menyelamatkan manusia. Jalan kemuliaan Yesus adalah jalan derita dan mati disalibkan. Kedua, Yesus berkata: “Aku berdoa untuk mereka”. Siapa mereka yang dikatakan oleh Yesus? Mereka adalah orang-orang yang ikut serta dalam perjalanan hidup Yesus atau pun disebut orang beriman. Itu berarti, tidak cukup hanya beriman, tetapi juga harus hidup mengikuti kehidupan Yesus yang mewarta, menderita dan bangkit. Kata-kata Yesus inilah yang menjadi daya kekuatan bagi orang beriman karena Yesus senantiasa menyertai, mendampingi, menuntun umat beriman entah dalam derita sebagaimana Yesus telah mengalaminya dalam Jalan Salib. Bentuk kedekatan umat beriman dengan Tuhan adalah doa. Begitu jugalah hendaknya tanda kedekatan kita dengan sesama umat beriman, yakni saling mendoakan. Saya selalu merasa terdukung dan bahagia setiap kali ada orang yang mendoakan saya dan saya tahu bahwa selain doaku sendiri, banyak orang memang mendoakan saya sehingga mampu berjuang mengikuti Yesus. Selanjutnya, tugas saya juga adalah mendoakan semua orang beriman. Bagaimana mungkin saya mampu selalu mendoakan orang beriman kalau saya tidak didoakan? Bukan kita yang memulai berdoa, melainkan Yesuslah yang pertama-tama mendoakan kita. Tugas kita selanjutnya adalah, saling mendoakan dan mendengarkan doa Yesus dalam konteks hidup kita saat ini, baik pribadi maupun bersama. Apa isi doa Yesus bagi kita saat ini? Dengan pertanyaan ini, kita disadarkan bahwa persekutuan kita adalah persekutuan doa anak-anak Allah. Saling mendoakan adalah komunikasi kita yang mutlak sebagai orang beriman. Marilah kita berdoa: “Tuhan, utuslah Roh-Mu supaya kami tahu berdoa dan semakin bersedia melakukan kehendak-Mu dalam hidup kami”

Pastor Walden Sitanggang, OFMCap

Leave a Reply