Renungan

Hari IV: Novena Memohon Roh Kudus

 340 total views,  2 views today

Senin Paska VI: Kis 19:1-8, Yoh 16:29-33

Lebah adalah mahkluk yang dihindari tetapi sekaligus juga dicari orang. Lebah dihindari karena memiliki bisa yang menyengat dan sengatannya bisa menimbulkan rasa sakit. Namun, lebah dicari juga untuk dibudidayakan sebagai penghasil madu. Tetapi, banyak juga orang tidak bersikap adil menurutku. Kenapa? Ada orang sangat senang menikmati madu, tetapi sangat anti terhadap lebah. Saya sebut anti, karena tanpa mengganggu pun, lebah langsung dimusuhi dan diusir dari sarangnya kalau dekat ke permukiman. Padahal nggak mengganggu lho! Mereka tenang-tenang koq adem dan akur sebagai satu komunitas yang rukun dan saleh bahkan menggosip pun nggak. Tapi begitulah, karena pikiran orang sudah tertuju ke bisanya ya orang pun langsung takut maka komunitas lebah pun diusik dengan berbagai cara agar pergi ke zona aman. Padahal lebahnya baik-baik koq. Ya, kalau pun disengat toh ada obatnya dan juga sengatannya itu bisa saja menyadarkan manusia bahwa lebah harus kerja keras untuk menghasilkan madu buat konsumsi umat manusia. Pastor mau jualan madu lagi? Tidak! Saya mau mengajak kamu mendalami Injil hari ini.

Dalam Injil hari ini Yesus berkata: “Dalam dunia kamu menderita penganiayaan, tetapi kuatkanlah hatimu, Aku telah mengalahkan dunia”. Dalam tulisan saya kemarin dan juga kemarin sebelumnya 😁😁😁 sudah saya paparkan bahwa penderitaan tidak pernah lepas dari kehidupan umat beriman. Tentu,penderitaan yang dimaksud di sini bukan penderitaan yang disebabkan oleh kenakalan, kepongahan, kesombongan atau pun kejahatan lainnya. Penderitaan yang dimaksud di sini adalah penderitaan yang timbul karena usaha untuk mengikuti Yesus Kristus. Berarti derita, salib dan kematian adalah jalan bagi umat beriman untuk ikut dalam kemuliaan Tuhan. Tidak mudah memang menjalani jalan salib. Butuh perjuangan dan bahkan jatuh, seperti Guru dari Nazaret jatuh tiga kali. Kalau Yesus jatuh cuma tiga kali, penulis renungan ini tak terhitung lagi sudah berapa kali jatuh 😊😊👏. Kembali tentang lebah dan madu yang saya katakan di atas, setiap derita dan salib membawa makna agung bagi umat beriman. Tak ada tips kilat untuk menjalani kehidupan dan penderitaan selain mengarahkan hati pada Yesus yang berkomitmen dalam hidup dan karya-Nya. Walaupun sering orang mengatakan: sabar ya, tabah ya, kuat berdoa ya, tetapi tidak semudah itu Ferguso! Maka, perlu masuk dalam relung batin hingga merasakan kontak batin dan mengalami pencerahan dari Sang Guru dari Nazareth. Ini berlaku bagi semua orang sekaligus menjadi jawaban bagi orang yang bertanya kepada saya tentang bagaimana mengelola perasaan sakit dan menjalani hidup dalam situasi sulit. Ada madunya lho! Marilah kita berdoa: “Tuhan, kami tahu Engkau tak pernah meninggalkan kami dalam situasi sulit maka utuslah Roh-Mu”
(Pastor Walden Sitanggang, OFMCap)

Leave a Reply