Doa dan NgopiMp3

MANUSIA BERSORAK ATAS CINTA ALLAH

 662 total views,  3 views today

Doa Pembuka

P.          Marilah berdoa,

              Ya Bapa yang Mahapengasih,

U.          Kami bersyukur karena kami masih dapat berkumpul

P.          Kami mohon hadirlah bersama kami dalam kegiatan ini,

U.          Agar kami dapat merasakan damai dan sukacita karena Engkau

P.          Demi Yesus Kristus, Tuhan dan Pengantara kami, yang     hidup dan meraja bersama Dikau, dalam kesatuan dengan Roh Kudus, kini dan sepanjang masa.

P+U.     Amin.

1. MENGENAL YESUS

Memaparkan rangkuman khazanah iman dari YOUCAT No. 25-34.

Manusia Bersorak atas Cinta Allah

Seluruh dunia diliputi oleh cinta Allah. Setiap saat manusia mengalami cinta Allah. Kepada orang jahat dan orang baik, Allah yang sama menurunkan hujan, menerbitkan matahari dan menghembuskan angin. Allah memberi makan segala ciptaan dan menyelamatkannya. Allah melestarikan segala makhluk dan menjamin kebahagiaannya. Manusia diciptakan menurut gambar dan citra Allah. Manusia pantas bangga karena Allah menjadikannya istimewa di atas segala ciptaan. Manusia mampu berelasi dengan Allah dalam hidupnya. Manusia menjadi mitra Allah dalam proses melanjutkan karya penciptaan dan menyelamatkannya.

Dari pengalaman hidupnya itu manusia merenungkan bahwa segala segi kehidupannya diresapi oleh cinta Allah yang tak pernah berhenti. Oleh karena itu manusia mengakui imannya kepada Bapa, Putera dan Roh Kudus. Iman itu harus disebarkan seturut perintah Yesus (bdk. Mat 28:19-20). Maka, orang Katolik bersorak karena Cinta Allah itu, dengan sehati berseru, “Aku percaya akan Allah; Bapa yang mahakuasa, Pencipta langit dan bumi. Dan akan Yesus Kristus …” Seruan itu adalah sorakan/jawaban atas Cinta Allah yang besar. Seolah-olah hanya ada satu mulut orang Katolik di seluruh dunia. Demikian juga cinta orang Katolik hanya satu yaitu bagi Bapa, Putera, dan Roh Kudus.

2. BERBAGI PENGALAMAN AKAN YESUS

  • Pernahkah saya merenungkan makna Syahadat Rasul? Ceritakanlah secara singkat?
  • Perasaan apa yang muncul saat mengucapkan syahadat itu?
  • Apakah cara-cara yang kutempuh menyebarkan iman kekatolikanku?

Setelah peserta selesai sharing (20-30 menit), kemudian pemimpin menyampaikan rangkuman:

  • Syahadat menjadi cermin bagi kita untuk melihat diri apakah kita benar-benar percaya semua yang kita nyatakan.
  • Syahadat adalah sorak-sorai umat beriman atas cinta Allah yang setia.
  • Berbagai cara harus ditempuh untuk menyebarkan iman, tentu dengan meneladani Kristus, Tuhan kita.

3. BERJUMPA DENGAN YESUS

Ef 4:3-16

Dan berusahalah memelihara kesatuan Roh oleh ikatan damai sejahtera: satu tubuh, dan satu Roh, sebagaimana kamu telah dipanggil kepada satu pengharapan yang terkandung dalam panggilanmu, satu Tuhan, satu iman, satu baptisan , satu Allah dan Bapa dari semua, Allah yang di atas semua dan oleh semua dan di dalam semua. Tetapi kepada kita masing-masing telah dianugerahkan kasih karunia menurut ukuran pemberian Kristus. Itulah sebabnya kata nas: “Tatkala Ia naik ke tempat tinggi, Ia membawa tawanan-tawanan; Ia memberikan pemberian-pemberian kepada manusia.” Bukankah “Ia telah naik” berarti, bahwa Ia juga telah turun ke bagian bumi yang paling bawah? Ia yang telah turun, Ia juga yang telah naik jauh lebih tinggi dari pada semua langit, untuk memenuhkan segala sesuatu.

Dan Ialah yang memberikan baik rasul-rasul maupun nabi-nabi, baik pemberita-pemberita Injil maupun gembala-gembala dan pengajar-pengajar, untuk memperlengkapi orang-orang kudus bagi pekerjaan pelayanan, bagi pembangunan tubuh Kristus, sampai kita semua telah mencapai kesatuan iman dan pengetahuan yang benar tentang Anak Allah, kedewasaan penuh, dan tingkat pertumbuhan yang sesuai dengan kepenuhan Kristus, sehingga kita bukan lagi anak-anak, yang diombang-ambingkan oleh rupa-rupa angin pengajaran, oleh permainan palsu manusia dalam kelicikan mereka yang menyesatkan, tetapi dengan teguh berpegang kepada kebenaran di dalam kasih kita bertumbuh di dalam segala hal ke arah Dia, Kristus, yang adalah Kepala. Dari padaNyalah seluruh tubuh, yang rapi tersusun dan diikat menjadi satu oleh pelayanan semua bagiannya, sesuai dengan kadar pekerjaan tiap-tiap anggota menerima pertumbuhannya dan membangun dirinya dalam kasih.

Renungan

Iman bukan mengenai kata-kata. Iman adalah rahmat Allah yang nyata yang dirayakan dan dihayati dalam hidup sehari-hari. Iman menjadi daya pendorong orang mencintai Allah, Sang Cinta. Allah mewahyukan diriNya dan manusia menanggapinya dengan iman. Iman kepadaNya kemudian meresapi seluruh kepribadian manusia. Iman itu menuntut setiap orang menghidupi ajaran kudus dari Allah yakni saling mengasihi dan mencintai.

Bila orang karena imannya telah menemukan Allah, maka ia hanya akan hidup bagi Allah yang diimaninya itu. Apabila tidak, ia sesat memahami Allah yang ia kenal itu! Tidak bisa tidak, orang yang mengakui Allah: Bapa, Putera dan Roh Kudus harus hidup di dalam terang, kebenaran, keadilan dan kedamaian.

OMK yang bijaksana tentu akan menarik diri sejenak dan merenungkan kembali makna syahadat yang selama ini diucapkan setiap kali Ibadat dan Misa. Dari situ, dia akan tahu, apakah dia benar-benar bersorak karena cinta Allah.

Doa Permohonan: Bagi Bangsa dan Gereja, OMK sedunia, OMK KAM, Semua agar bersukacita.

4. MENYATAKAN YESUS

Usul aksi nyata:

  • OMK menyebarkan imannya dengan melaksanakan aksi sosial misalnya mengunjungi orang sakit dan mendoakan mereka.

Doa Penutup

P.          Marilah berdoa,

              Bapa yang Mahapengasih, pertemuan yang mendamaikan hati kami ini sudah selesai.           

U.          Semoga lewat pertemuan ini kami mampu dan berani bersorak-sorai atas namaMu.

P.          Dan bantulah kami agar dapat melaksanakan apa yang telah kami sepakati bersama.

U.          Semoga kami bisa memberikan yang terbaik bagi Gereja, Masyarakat dan Negara

P.          Demi Yesus Kristus, Tuhan dan Pengantara kami, yang     hidup dan meraja bersama Dikau, dalam kesatuan dengan Roh Kudus, kini dan sepanjang masa.

P+U.     Amin.

Leave a Reply