ArtikelCerpenNewsOMK KAM

The Power Of God “Masih ada Harapan”

 497 total views,  2 views today

Takut khawatir dalam menghadapi sebuah penyakit begitu sering sekali dirasakan oleh semua orang. Begitu banyak tantangan yang dihadapi, keluarga, teman, seakan jauh, seperti layaknya seorang manusia sebatang kara yang hanya hidup sendiri. Hari–hari yang menyenangkan dengan teman sekitar seakan hilang ditelan bulan, seperti mimpi buruk di siang hari. Ini kisahku, kisah luka ini dimulai ketika aku beranjak ke universitas. Aku tidak mengerti apa yang terjadi pada diriku. Awal yang baik menurutku, akan berakhir dengan hal yang baik juga, namun aku salah, ditengah aku menjalankan studi  begitu banyak masalah yang aku hadapi .

Begitu banyak pikiran yang muncul dalam benakku, aku khawatir akan studi ini karena memikirkan orang tuaku, oleh karena materi. Aku terbelenggu oleh rasa bingung, dan terkadang putus asa. Hingga akhirnya tak lama setelah itu kondisi fisikku menurun kepala ini menggangguku.Semua berantakan, tidak sesuai harapku. Aku harus check up setiap minggu . Ada beberapa dokter yang kami datangi bersama orang tua tak namun kunjung sembuh, meskipun sudah di scan beberapa kali, namun obat yang diberikan tidak membuat pulih.

Sungguh aku terpuruk dan putus asa, ingin rasanya aku mengakhiri hiduku. Sakit ini seakan membunuhku secara perlahan, setiap detik rasa sakit itu muncul seakan tertusuk benda yang sangat tajam berkali-kali. Mereka yang ku sayangi orang tuaku yang tak hentinya berusaha memulihkanku, menghiburku dengan kasih yang tulus yang memampukan aku untuk terus semangat walau aku sudah sangat lelah. Ibu setiap hari bertanya tentang keadaanku, aku hanya dapat terdiam karena aku tidak sanggup lagi, hingga wajahku berubah lebih buruk dari yang kubayangkan  sampai ibu berkata; ini bukan dirimu; mengapa kamu seburuk ini? Aku tidak tau harus jawab apa. Pada saat itu aku sungguh sangat hilang harapan sakit ini benar-benar membuatku hancur , aku sangat hilang harapan menyerah pada Tuhan, dalam doa aku hanya dapat mengeluh pada Tuhan menyalahkan segala yang terjadi padaku, aku lelah menjalani ini semua, aku benar benar tidak sanggup menjalani hidup .

Hingga suatu hari aku menceritakan hal yang terjadi dengan diriku pada seorang Pastor , Pastor yang sudah lama aku kenal, karena aku tidak tahu harus bercerita kepada siapa. Ingin rasanya berteriak, pergi ke tempat yang sangat jauh. Namun Pastor selau berusaha menguatkanku . Ia tak henti hentinya memberi motivasi dan solusi padaku, Pastor mengenalkan padaku  seorang Dokter .    Pertama sekali aku menemui  dokter tersebut hanya seorang diri , ia memeriksa keadaanku. Sungguh diriku tidak dapat membayangkan perkataan dokter tersebut . Ia mengatakan aku menderita Tumor otak disebalh kanan. Tersentak hatiku tersayat mengetahuinya . Aku tidak mengerti apa yang akan terjadi padaku  selanjutnya. Melihatku begitu jatuh, dokter  memberi pilihan padaku untuk kepulihanku. Pilihan untuk operasi atau pengobatan dari beliau tanpa operasi namun biaya yang sangat mahal. Aku tidak mampu mengambil sebuah keputusan, karena aku tidak ingin tindakan operasi. Akhirnya dokter menhubungi ibuku, ibu hanya mengatakan “apapun jalannya jika memang dapat sembuh akan kita lakukan’’. Aku tidak mampu berkata apa pun juga, karena biaya yang sangatlah mahal. Dalam pikiran dan hatiku , aku hanya sebagai beban bagi orang di sekitarku.

Saat memutuskan untuk berobat. Aku tidak mampu melanjutkan studiku . Aku diharuskan untuk fokus pengobatan dari pihak kampus selama satu tahun . Sungguh bukan waktu yang singkat.Walau kecewa, sedih namun aku tidak mampu berbuat apapun juga, hanya berpasrah oleh keadaan. Selama dalam pengobatan sungguh banyak rintangan yang harus kulalui, cibiran dari orang lain harus kuterima. walau pedih karena ketidak mengertian mereka, aku mencoba menguatkan diriku .

Hari bertambah hari, bulan bertambah bulan hanya kulalui untuk pengobatan dengan harapan kesembuhan dari-Nya. Jauh dari teman-teman, sahabat yang tidak mengetahui keadaanku. Namun sungguh anugrah luar biasa terjadi dalam diriku. Tuhan memberikan ibu yang sangat berambisi dalam kepulihanku  dan dua orang pastor yang sangat menyayangiku, memberi kata-kata yang sangat membangun hati dan pikiranku. Karena mereka aku punya semangat hidup kembali . Aku merasakan Tuhan hadir dalam hidupku. Aku merasa ada kepulihan yang terjadi, keajaiban-Nya terjadi dalam hidupku. Aku diberi kesempatan untuk hidup dan pulih kembali setelah sekian lama berada dalam keterpurukan.

“Perkataan yang menguatkan merupakan suatu bahasa kasih yang membangun jati diri seseorang menjadi lebih tangguh dan percaya diri. ”
Dea Priska Kaban
Conten Writer

Sungguh Tuhan sungguh baik, air mata kesedihan berubah menjadi air mata kebahagiaan yang sangat aku nantikan selama ini. Sejak saat itu pikiranku dan hatiku perlahan kembali dengan semangat yang tinggi, mencoba memberanikan diri untuk kembali bersosialisasi dengan orang lain dan mencoba move on dari keterpurukan ini. Tuhan ubah segalanya, persepsi, pola pikir, ingatan , menjadi lebih dari sebelumya. Penyakit itu mulai menghilang.

Sungguh tak mampu menahan air mata atas kebaikan Tuhan, dengan semangat dan motivasi yang kuterima ,aku berusaha kembali seperti semula dan melanjutkan studiku, karena aku  percaya tidak ada yang mustahil bagi Tuhan. “Jika kamu percaya dan bersungguh-sungguh Tuhan selalu tuntun setiap kamu melangkah” aku sadar hal ini terjadi  pada diriku. Ia memberikan begitu banyak tantangan, karena Ia tahu aku dan kamu  mampu menjalaninya, Ia ingin tahu seberapa iman kepercayaanmu terhadap-Nya.

Mata Tuhan tertuju kepada orang-orang benar, dan telinga-Nya kepada teriak mereka minta tolong; Apabila orang-orang benar itu berseru-seru, maka Tuhan mendengar, dan melepaskan mereka dari segala kesesakan;

Janganlah ada perkataan kotor keluar dari mulutmu, tetapi pakailah perkataan yang baik untuk membangun, dimana perlu, supaya mereka yang mendengarnya, beroleh kasih karunia. ( Mazmur 34:16,18 Efesus 4:29 )

Saran bijaksana

  • Jika hari ini kamu sakit, ada masalah dalam keluarga, patah hati, seorang diri , dan merasa tidak ada dapat membantu kamu, lekaslah beranjak, bergeraklah… bangkit dari zona nyamanmu yakinkan dirimu bahwa apapun yang kamu hadapi sekarang, kamu tidak sendirian dan banyak orang  yang mengalami masalah lebih berat dari kamu. Ajaklah sekitarmu untuk bersama mencapai hal ke depannya menjadi lebih baik dan berwarna tanpa ada rasa egois dan sifat tinggi hati.
  • Tetap pada Goal kamu, berusahalah dan tetap andalkan Tuhan dalam setiap langkah hidupmu, karena siapapun kamu, darimana pun kamu berasal saat ini, tidak menentukan kamu dimasa depan, karena dengan usahamu kamu dapat mengubah hidupmu yang tentunya akan mengubah persepsi yang baik dari orang lain terhadapmu.

Terima Kasih

Comments (2)

  1. 🙏🙏😊

Leave a Reply