ArtikelNewsOMK KAM

ORANG MUDA KATOLIK : Menyatukan Hati, Membangun Untuk Negeri

 542 total views,  2 views today

Dalam kehidupan dewasa ini, keberadaan kaum muda sungguh menjadi kerinduan ditengah masyarakat. Tidak terkecuali untuk gerakan kaum muda yang berbasis keagamaan menjadi sebuah hal yang sangat dinantikan oleh seluruh lapisan elemen masyarakat. Namun hal itu masih belum terwujud dikarenakan sangat minim nya kesempatan yang diberikan oleh kaum muda untuk berbuat sesuatu yang positif untuk negeri ini dalam mewujudkan perubahan kearah yang lebih baik lagi.

Kerap kali pada saat ini kaum muda masih dipandang sebelah mata karena kurang mendapatkan apresiasi serta kesempatan yang lebih, sehingga kaum muda saat ini seakan ditutupi kemampuannya oleh orang-orang yang lebih senior dan lebih berpengalaman.

Inilah yang menjadikan kaum muda menjadi sangat apatis apalagi membangun serta membendung paham-paham yang merusak tatanan kita dalam berbangsa dan bernegara. Keresahan akan hal seperti ini sering terjadi dalam beberapa waktu belakangan ini yang  seakan-akan menjerumuskan nilai-nilai kebangsaan kita sebagai suatu negara yang utuh. Kita seringkali lupa dari mana kita berasal, melupakan apa yang menjadikan kita sebangsa dan setanah air sehingga kita selalu menjadikan diri serta keyakinan kita lebih baik dari keyakinan yang berbeda dengan kita.

Hal ini yang seharusnya menjadi tugas kaum muda untuk selalu konsisten dan aktif dalam menangkal paham-paham yang berseberangan dengan nilai luhur kita dan mewujudkan kehidupan masyarakat indonesia yang lebih damai,aman,makmur dan sejahtera.

Maka dari itu sebagai kaum muda seharusnya kita mewujudkan cita-cita para pendahulu serta pejuang bangsa ini untuk mempertahankan segala perbedaan yang ada untuk mewujudkan Indonesia yang lebih kuat dan hebat.

Sebagai kaum muda harus berani aktif untuk bersuara dengan lantang dan tegas bahwa indonesia akan semakin kuat, indonesia akan semakin maju bukan hanya maju ekonomi dan budaya nya, namun maju dan berkembang dalam akhlak dan moral agar persatuan selalu dijaga ditengah arus globalisasi yang semakin merajalela.

Pengaruh arus globalisasi yang sangat kuat ini akan membuat kita semakin jauh dalam hal persatuan. Toleransi antar umat harus selalu ditegakkan ditengah kemajemukan serta keberagaman di tengah masyarakat. Hal ini menjadi berbahaya jika kita menyepelekan serta apatis dalam hidup bertoleransi di negeri kita ini. Jika kita terus membiarkan hal ini terjadi, maka nilai-nilai yang telah diperjuangkan oleh pendahulu kita akan tergerus dan semakin lama akan hilang tanpa bekas.

Jika hal ini terjadi, maka sangat sungguh disayangkan bahwa kita akan kehilangan identitas diri kita sebagai bangsa yang sedari awal sangat menjunjung tinggi keberagaman dan kemajemukan di tengah masyarakat kita. Masyarakat akan menjadi terpecah belah akibat ketidakpedulian kita menjaga keutuhan serta nilai-nilai bangsa dan negara ini.

Maka sebagai kaum muda harus menjadi agen perubahan serta ujung tombak yang terdepan dalam memperjuangkan nilai-nilai yang sudah baik ini. Sehingga kaum muda dapat mewujudkan cita-cita bangsa untuk menyatukan hati dan membangun negeri kearah yang lebih baik lagi.

 

Menjadi Pemersatu,bukan pemecah belah

            Peranan orang muda dari jaman ke jaman dan abad ke abad merupakan tonggak penting dalam perjuangan bangsa. Tidak bisa disangkal sejarah mencatat, Indonesia merdeka karena perjuangan kita. Kita sebagai kaum muda inilah yang berjuang melalui jalur diplomasi dengan intelektual mereka. Perang senjata dialihkan dengan perang diplomasi. Sehingga kita sebagai orang muda harus berani dan konsisten menyatakan sikap sebagai anak bangsa yang menjunjung tinggi nilai-nilai luhur sebagai bangsa yang bersatu dan beradab

. Sekarang peran kaum muda sebagai pemersatu bangsa masih dibutuhkan. Pemuda harus menjadi penjaga kesatuan bangsa. Gerakan diplomasi dan pernyataan sikap harus terus dilakukan oleh kita sekarang. Jangan sampai kita sebagai kaum muda terlalu gampang dihasut  agar Indonesia terpecah dan bubar di tahun 2030.

Jika kita lihat perubahan zaman ini telah merubah paradigma pergerakan kebangsaan dari perjuangan fisik menjadi perjuangan kesadaran. Kesadaran untuk maju di alam modern ditentukan oleh seberapa besar kehendak dan respon pemuda terhadap dinamika zaman. Dengan demikian, ada beberapa hal yang perlu menjadi catatan pemuda. Pertama, inspirasi heroik masa lalu harus menjadi pijakan dasar filosofis yang menginspirasi peran pentingnya dalam membangun bangsa. Heroik disini bukan sekedar romantisme masa lalu, melainkan semangat gerakan yang berkaca pada masa lalu. Kedua, merubah paradigma tentang kondisi dan situasi zaman yang terus dinamis, dengan memandang globalisasi sebagai peluang, bukan ancaman. Ketiga, independensi gerakan pemuda sebagai kontrol terhadap pemerintah harus selalu terjaga dan dilestarikan. Sehingga apabila ada kebijakan pemerintah yang tidak memihak rakyat, pemuda yang akan ada di garda depan untuk menentang.

Pada akhirnya, ungkapan Soekarno “berikan aku sepuluh pemuda, maka akan aku guncangkan dunia”, adalah sebentuk apresiasi masa lalu, masa kini dan masa depan yang akan selalu menggema. Dibawah panji gerakan pemuda, masa depan bangsa ditentukan. Apabila pemuda Indonesia lemah, maka lemahlah bangsanya, bila pemuda Indonesia tetap semangat membangun peradaban, maka besarlah bangsanya.

Maka untuk para pemuda harus bersatu. Pemuda harus menjaga kesatuan bangsa. Tunjukkan kepada status quo yang berkuasa pada saat ini masih ada kesatuan pemuda. Supaya mereka tidak main-main memerintah negeri ini. Bersatulah pemuda jangan tercerai.

OMK : Menyatukan hati, membangun untuk negeri

Dalam kehidupan berbangsa saat ini, orang muda menjadi harapan masyarakat dalam mempertahankan kehidupan kita sebagai suatu bangsa yang merdeka. Tidak terkecuali Orang Muda Katolik (OMK) yang memiliki basis yang juga tidak sedikit. Peran aktif orang muda katolik (OMK) sangat dibutuhkan dalam membangkitkan semangat nasionalisme serta menjunjung tinggi kebhinekaan di tengah masyarakat. Walaupun jika dilihat akan berat, namun jika kita melakukannya secara bersama-sama dan berkesinambungan, maka tidak mungkin orang muda katolik (OMK) akan menjadi pelopor serta garda terdepan dalam mempertahankan kebhinekaan dalam mempertahankan NKRI sebagai harga mati.

Maka dalam mewujudkan orang muda katolik sebagai pelopor dalam mempertahankan kebhinekaan ini, maka sebagai orang muda katolik harus selalu memberikan yang terbaik serta mampu membangun nasionalisme secara konsisten dan berkesinambungan agar kehidupan masyarakat semakin baik lagi. Kita sudah lelah dengan keadaan yang ada sekarang ini, keadaan yang seakan memaksa kita untuk selalu berbeda pandangan dengan saudara kita yang berbeda keyakinan dengan kita sehingga pada saat ini masih banyak kejadian-kejadian kecil yang selalu mengancam  kebhinekaan dan nasionalisme kita sebagai suatu bangsa yang besar.

Maka dari itu, mari kita semangat dan mengobarkan jiwa kesatria kita sebagai kaum muda untuk lebih peduli terhadap dinamika kehidupan sekarang ini sehingga kita dapat membuat sebuah perubahan yang dimulai dari hal yang paling kecil agar tercapat tujuan kita untuk menyatukan hati semua elemen masyarakat dalam membangun negeri indonesia kearah yang lebih baik.

DICKY CHANDRA IPINTA MUNTHE

Comments (6)

  1. Dicky Chandra Ipinta Munthe

    Jujur saya sebagai penulis tidak pernah diberitahukan tentang publikasi ini
    Dan seingat saya pada saat itu dijanjikan hadiah bagi para pemenang
    Namun sampai sekarang tidak ada apapun yang saya dapat
    Tolong admin diberi penjelasan

    • Ini lomba di KYD 2018 ya?
      Jika benar lomba KYD, hadiahnya langsung diberikan pada saat kegiatan KYD(Hadiah beserta sertifikat).
      Untuk info lebih lengkap silahkan hubungi Saudari Novenita Marpaung(Sekretaris Komisi Kepemudaan).
      Untuk tambahan, di setiap perlombaan, karya yang didaftarkan sudah menjadi hak milik dari panitia.
      Terima Kasih.

  2. Dicky Chandra Munthe

    Jujur saja
    Saya baru tau sekarang ini kalau tulisan saya di publikasikan
    Namun itu tidak menjadi permasalahan
    Yang menjadi permasalahan dan ingin saya tanyakan bagaimana dengan hadiah yang dijanjikan seingat saya pada saat perlombaan ini..
    Karena sampai sekarang tidak ada yang saya dapat dari komkep maupun dari paroki saya
    Tolong diberikan alasan nya
    Sekian dan terimakasih

  3. Dicky Chandra Munthe

    Tolong di respon pertanyaan saya

  4. Saya cek data perlombaan menulis artikel KAM YD 2018.
    Dicky peserta lomba yang berada diurutan ke-8 dri seluruh peserta, dan sayangnya tidak masuk nomor utk mendapat hadiah.
    Namun terimakasih sebesar-besarnya sdh disampaikan panitia pd saat perayaan puncak KAM-YD, juga pada kata pengantar buku “A gift for friends” dimana dimuat juga tulisan saudara ini. Dan publikasi di Web ini adalah tanda terimakasih dan penghargaan kami juga bagi saudara.
    Saya harap kamu sdh dapat bukunya. Jika belum boleh mendapkannya di kantor Komkep KAM. Kontak kami.
    Horas dan tetap berkarya.
    Pace e bene!

  5. Halo Dicky…
    Apa kabar?
    Yang mendapat hadiah adalah mereka yang mendapat peringkat 1,2, dan 3. Jika hadiah tidak ada kamu dapat artinya kamu tidak mendapat mendapat peringkat 1,2 dan 3 dek.
    Kenapa ini dipublish? Karena semua hasil lomba yang masuk sudah menjadi hak panitia.
    Terimakasih banyak atas partisipasimu dan semoga bakat menulismu semakin dikembangkan dan akan menghasilkan karya2 terbaik.

Leave a Reply